GPBB

...Our Home Church.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sapaan Gembala

E-mail Print PDF

Dirgahayu Singapura

Ke-45

9 Agustus 1965 – 9 Agustus 2010 

”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku ”buang”,

dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan,

sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

(Yeremia 29:7)

 

Keutamaan Kristus

E-mail Print PDF

                       Salah satu kontribusi Martin Bucer dalam gerakan Reformasi adalah pemahamannya mengenai relasi antara gereja dan negara, yang juga menjadi pergumulan gereja sampai saat ini. Saat itu ada beberapa pemahaman lain yang berkembang dan dianut.

                      Pertama, pemahaman bahwa gereja berada di atas negara, yang saat itu dianut oleh tradisi Katolik Roma. Implikasi dari pemahaman ini adalah Paus memiliki otoritas yang lebih tinggi dari raja-raja saat itu dan karena itu dapat memerintah raja-raja. Kedua, pemahaman yang dianut oleh Martin Luther dalam meresponi pemahaman pertama ini. Yaitu, bahwa gereja dan negara merupakan dua kerajaan yang berbeda dan memiliki otoritas di bidang masing-masing. Karena itu, sepatutnya keduanya bekerja sama dalam menjalankan otoritasnya ini dalam masyarakat. Jika gereja memliki otoritas dengan Firman, maka negara memiliki otoritas dengan pedang. Ketiga, pemahaman yang dianut oleh kaum Anabaptis, dimana gereja sepenuhnya independen dari negara dan karena itu negara sebaiknya tidak perlu ikut campur dalam urusan gereja.

                     Mengenai hal ini, Bucer setidaknya dapat sepakat dengan poin kaum Anabaptis yaitu bahwa gereja sepatutnya independen dari negara, namun di sisi lain Bucer juga percaya bahwa gereja sepatutnya juga berusaha untuk mentransformasi negara dan masyarakat. Hal ini didasari kepercayaannya bahwa keutamaan Kristus sepatutnya dapat berlaku di setiap aspek masyarakat, dan bukan hanya di dalam lingkungan gereja. Kuncinya adalah keutamaan Kristus di dalam setiap jengkal kehidupan.

                    Keutamaan Kristus ini diyakini pula oleh Rasul Paulus. “Pada kayu salib, Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa” (Kol 2.15), tulisnya dalam suratnya kepada jemaat di Kolose. Dan, karena itu, “dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.” (Fil 2.10) Kristus adalah Tuhan, dan Kaisar bukan. Proklamasi publik demikianlah yang membuat Paulus terkena masalah ketika ia mengabarkan Injil di Tesalonika, karena mereka dituduh telah “bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.” (Kis 17.7)

                    Bercermin dari teladan Bucer dan Paulus, kita didorong untuk mengikuti jejak yang telah mereka tapak. Alegiansi kita sekiranya ditujukan kepada Kristus dan Kristus semata. Kristus bukan saja menjadi Tuhan dalam hidup pribadi kita, namun juga dalam kehidupan publik kita. (sep)

 


Page 5 of 193

Picture of the Day

 
449_4914
 

Date: 08/09/2005 Views: 32

GPBB Upcoming Events

11.09.2010 16:30 - 18:00
Persekutuan Pemuda

12.09.2010 09:00 - 10:30
Kebaktian Umum 1

12.09.2010 11:00 - 12:30
Kebaktian Umum 2

18.09.2010 16:30 - 18:00
Persekutuan Pemuda dan KKM

19.09.2010 09:00 - 10:30
Kebaktian Umum 1

Who's Online

We have 6 guests online