Mengapa kita memberitakan Injil? Sebab hanya nama YESUS yang berkuasa menyelamatkan. Firman Tuhan berkata, “dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis 4:12). Jadi, hanya nama Tuhan Yesus Kristus itulah yang kita beritakan. Dengan kata lain, jika kita tidak memberitakan nama Yesus, itu sama saja dengan tidak memberitakan Injil. Mengesampingkan nama Yesus sama saja dengan mengeser essensi penginjilan dan membuat penginjilan kehilangan kuasanya. Tidaklah heran mengapa ada begitu banyak gereja telah kehilangan kuasa dalam tugas penginjilannya. Nah, salah satu yang perlu dikaji adalah bagaimana dengan fokus warta yang diberitakan gereja tersebut kepada dunia? Berita yang hanya seputar nama besar pendeta tertentu? Nama besar denominasi gereja tertentu? Atau nama Yesus Kristus yang olehnya kita dapat diselamatkan?
Mengapa kita memberitakan Injil? Sebab kita ber-HUTANG pada Injil. Melalui Injil itulah kita diselamatkan, sehingga kita pun terpanggil untuk mewartakannya pada orang lain. Hanya apabila hutang itu kita bayar lunas, maka barulah hati kita bisa tinggal tenang dan sejahtera. Demikian pula dengan kerinduan Paulus yang digambarkan dalam Roma 1:14-15, “aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu yang diam di Roma”. Paulus rindu untuk “membayar hutang Injilnya” dengan berupaya sekeras mungkin memberitakan Injil kepada sebanyak mungkin kalangan. Walau banyak tantangan dan rintangan, tapi Paulus maju terus. Karena ia memiliki keyakinan yang kokoh bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16). Lalu, bagaimana dengan Anda? Sejauh mana keyakinan Anda akan Injil adalah kekuatan Allah? Sejauh mana pula kerinduan Anda untuk memberitakannya?
| < Prev | Next > |
|---|





