GPBB

...Our Home Church.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Paulus Di Tanah Arab

E-mail Print PDF

Tidak banyak yang kita ketahui tentang kisah hidup Paulus selain dari apa yang tercatat di Perjanjian Baru. Terkadang, detil yang ada di Perjanjian Baru pun membuat kita bertanya lebih dalam. Misalnya, mengenai kepergiannya ke tanah Arab setelah Tuhan menampakkan diri kepadanya di Damsyik. Hal ini ia tulis dalam bagian otobiografinya di awal suratnya kepada jemaat di Galatia, di mana di sana ia membela status kerasulannya, berhubung ada yang mempertanyakan legitimasi kerasulannya dan Injil yang ia ajarkan. Mengenai Injil yang ia terima, ia menegaskan, “aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” (Gal 1:12) Ia menambahkan bahwa ia menerima Injil bukan lewat rasul-rasul sebelum dirinya. Setelah Tuhan menampakkan diri kepadanya di Damsyik, “juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.” (Gal 1:17) Ada yang menantang status kerasulannya dengan berkata bahwa Paulus menerima Injil dari tangan manusia; Paulus membalas bahwa ia menerimanya dari Kristus sendiri.

Namun, mengapa Paulus pergi ke “tanah Arab”, dan apa yang Paulus lakukan di sana sehingga hal ini menjadi penting dalam pembelaannya? Pertama, “tanah Arab” sendiri hanya muncul satu kali lagi sepanjang Perjanjian Baru, dan itu di surat Paulus yang sama: “Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab.” (Gal 4:25). Karena itu, banyak akademisi Perjanjian Baru berpendapat bahwa Paulus pergi ke gunung Sinai setelah ia mendapat penyataan dari Yesus Kristus. Gunung Sinai sendiri memiliki banyak makna simbolis dalam perjalanan sejarah bangsa Israel. Gunung Sinai adalah tempat di mana Musa menerima dua loh batu dari Allah yang berisi sepuluh firman dan perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel. Gunung Sinai juga adalah tempat di mana Allah menyatakan diriNya kepada Elia setelah Elia melawan nabi-nabi Baal (1 Raj 19:9-18, perhatikan bahwa gunung Horeb sama dengan gunung Sinai).

 

Karena itu, gunung Sinai memiliki makna simbolis sebagai sebuah tempat di mana Allah menyatakan diriNya kepada seorang nabi yang akan membawa firmanNya bagi umatNya. Kemiripan dengan kisah Elia juga semakin jelas berhubung setelah Allah menyatakan diriNya kepada Elia, Allah berfirman kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik.” (1 Raj 19:15) Sama seperti Elia, Paulus pun akan kembali ke Damsyik sepulangnya ia dari “tanah Arab.” Dengan demikian, Paulus mencoba menjelaskan betapa ia pun, sama seperti Musa dan Elia, menerima kerasulan dan Injil bukan dari tangan manusia, namun dari Allah sendiri. Dan, sama seperti Musa dan Elia, ia akan menghadapi umat Allah yang seringkali tidak taat kepada Allah dan bahkan menentang utusan yang Ia utus untuk menyampaikan Firman-Nya. (sep)

 

Picture of the Day

 
2058
 

Date: 07/05/2006 Views: 121

GPBB Upcoming Events

26.05.2013 10:00 - 11:30
Kebaktian Umum 1 & 2 (Gabung)

02.06.2013 09:00 - 10:30
Kebaktian Umum 1

02.06.2013 11:00 - 12:30
Kebaktian Umum 2

09.06.2013 09:00 - 10:30
Kebaktian Umum 1

09.06.2013 11:00 - 12:30
Kebaktian Umum 2