Kotbah

Perumpamaan Tentang Lalang di Antara Gandum (Matthew 13:24-30)

GI Yudi Jatmiko, June 17, 2018
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Perumpamaan ini sering kita dengar dan mempunyai tafsiran yang berbeda-beda. Matius 13 adalah puncak dari pertentangan antara Yesus dan tokoh tokoh agama di zaman itu. Injil Matius sendiri sebenarnya mempunyai inti tentang Kerajaan Sorga. Mulai dari pengenalan Tuhan Yesus, pengajaranNya, sampai pada penolakan para pemuka agama. Pasal 13 ini sebenarnya adalah sebuah teguran keras bagi semua yang telah mendengar tentang Kerajaan Sorga.

Ada 4 tokoh dalam perumpamaan ini: penabur, musuh, hamba dan penuai. Ada 7 hal yang Yesus jelaskan langsung tentang maknanya. Penabur adalah anak Manusia, Ladang adalah dunia, Benih baik adalah anak kerajaan Sorga, lalang adalah anak si jahat, musuh adalah iblis, waktu menuai adalah akhir jaman, penuai adalah para malaikat. Meskipun bagi kita sudah jelas bahwa sang penabur di kisah ini adalah Tuhan sendiri, dalam konteks Yahudi zaman itu, “Anak Manusia” bermakna seseorang yang special dan khusus seperti Mesias yang mereka harapkan karena “Anak Manusia” ada tertulis dalam kitab Daniel pasal 7.

Ada 3 hal yang bisa kita aplikasikan dari perumpamaan ini:
1. Kita didorong oleh Tuhan untuk tetap turut dan hidup dalam kebenaran Tuhan. Kita harus tumbuh dan berbuah sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Kita diajak bersabar dan tidak menghakimi. Janganlah kita mengkategorikan orang sebagai “gandum” atau “lalang” karena Tuhan sendiri tidak langsung menghakimi dalam perumpamaan ini.
3. Kita juga harus bertekun seperti bulir gandum yang bisa memberi manfaat pada banyak orang. Tidak seperti lalang yang hanya mengambil kesuburan dari tanah tanpa memberi manfaat.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Perumpamaan Tentang Dua Orang Anak None Perumpamaan Tentang Harta Terpendam dan Mutiara yang Berharga »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser