Kotbah

Amanat Agung Dalam Perjanjian Baru (Matthew 28:19-20)

Pdt. Petrus Budi Setyawan, July 8, 2018
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Kita telah diberikan suatu perintah agung/ amanat agung oleh Tuhan untuk menjadikan semua bangsa Murid Tuhan, membaptiskan mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan mengajar mereka untuk melakukan segala yang Tuhan telah perintahkan (Mat 28:19-20). Ada beberapa hal yang bisa kita lihat melalui Alkitab tentang Amanat Agung ini:

(1) Kita adalah utusan yang mewakili Tuhan (Yoh 20:21) dan punya tugas untuk kabarkan Injil kepada segala mahluk (Mar 16:15),
(2) Amanat agung sudah ada dari zaman Perjanjian Lama (Luk 24:45-47),
(3) Kita harus bergiat selamanya (karena bumi yang tidak ada ujungnya - Kis 1:8),
(4) Ini adalah perintah (bukan anjuran / pilihan) dan tidak bisa ditolak (Mat 28:18-20).

Tapi sayangnya banyak gereja zaman now malah melakukan The Great Omission daripada The Great Commission. Perusahaan Coca Cola bergiat demi dikenal oleh dunia. Untuk hal yang tidak penting ini, ada yang mati-matian dan ngotot berjuang. Tetapi Amanat Agung yang sangat penting masih belum tercapai. Apakah kita berjuang sama gigihnya dengan marketing Coca Cola? Sebab tanpa penginjilan, persekutuan orang percaya hanya akan menjadi kelompok yang paling berpusat pada diri sendiri/ perkumpulan sosial yang members only / hanya untuk kalangan sendiri / pusatnya hanya diri sendiri. Ini tidak seharusnya terjadi karena gereja harusnya memperhatikan yang non member lebih daripada yang member.

Beberapa alasan yang sering kita lihat bagi orang Kristen tidak beritakan injil:
(1) Merasa tidak penting (semua agama sama dan lebih baik pilih yang paling enak / tidak cari musuh)
(2) Merasa tidak mendesak
(3) Merasa tidak tahu caranya.

Tetapi menurut Alkitab, penting bagi kita untuk beritakan Injil karena:
1. Tidak ada nama lain yang bisa menyelamatkan kita (Kis 4:12)
2. Apa gunanya seorang peroleh dunia tapi binasa/ rugikan dirinya sendiri (Lukas 9:25)

Sebagai perbandingan, apa kata orang kalau ada yang temukan obat kanker dan mudah dilakukan tapi tidak ceritakan pada orang lain? Mungkin kita berkata orang itu jahat, mata duitan, sadis, kejam. Inilah kenyataan yang sering kita lakukan. Semua orang menderita kanker dosa dan kita sebagai orang Kristen tahu obatnya yang mudah dilakukan (terima Yesus), tapi sering tidak diceritakan pada orang lain. Bagaimana kita bisa melakukan penginjilan? Kita bisa mulai dengan bersaksi (Rom 10:14). Bersaksi adalah bercerita pada orang lain apa yang kita lihat, dengar dan alami tentang Yesus (Kis 4:20). Kita sering posting di Facebook tentang apa yang kita makan, beli, pakai, dll. Tapi berapa sering kita ceritakan apa yang Yesus telah berikan pada kita?

Tiga langkah praktis untuk bersaksi:
(1) doakan/ pray
(2) perhatikan/ care
(3) beritakan/ share.

Ketika kita sedang melakukan pemberitaan, ingatlah kalau kesaksian itu seperti 2 sisi mata uang:
1. Bersaksi melalui kehidupan yang berintegritas, penuh belas kasihan, dan otentik
2. Bersaksi melalui perkataan: secara langsung (kadang Tuhan berikan orang yang memang sudah siap menerima Injil tapi justru kita yang tidak siap) atau secara tidak langung (bersahabat saja), dan dengan mengundang orang lain (Andreas yang membawa Petrus kepada Yesus)

Yang terakhir, ingatlah kalau penginjilan itu seperti mata rantai. Ada yang di awal memberitakan Injil, ada di tengah, dan ada di akhir. Ada banyak pengaruh dan percakapan yang mendahului seorang bertobat. Yang patut kita lakukan adalah menjadi bagian mata rantai tsb dan tidak perlu ngotot menjadi orang yang membawa seorang kepada pertobatan (akhir mata rantai). Jangan takut dibenci orang karena apa yang kita berikan adalah baik dan selama kita sopan tidak ada alasan untuk membenci kita. Marilah kita menjadi saksi Yesus mulai dari sekarang melalui kehidupan dan perkataan kita

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Kehadiran Yang Berdampak None Kamu Yang memberi Makan »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser