Kotbah

Berlomba Maju dan Tekun (Hebrews 12:1-6)

GI Yudi Jatmiko, July 29, 2018
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Ingat waktu kita mengikuti suatu pelombaan atau permainan, kita sering akan menghadapi kesulitan atau tantangan.Tapi kesulitan itu tidak menyurutkan semangat kita, karena kita menyukainya dan hati ada suka cita. selain itu di akhir perlombaan kita akan mendapatkan hadiah/ reward. Dalam kehidupan kita, Tuhan juga memberikan perlombaan iman. Bagaimana kita bisa memelihara dan bertekun dalam iman waktu kita menghadapi berbagai tekanan hidup?

Surat Ibrani ditulis oleh Rasul Paulus untuk memberikan dukungan moral kepada Jemaat yang tersebar karena penindasan. (ay.1) “dengan tekun” hypomone = tetap tinggal, bertahan walaupun berada di bawah tekanan (ketekunan).

Tekanan yang mereka alami:
(1) Penganiayaan (dari luar): Kasisar Claudius (ca.49 M; Kis.18:2; Ibr.10:32-34). Kasisar Nero (ca.64M).Orang Kristen ditindas dan dilarang hidup di Roma, akibatnya mereka tersebar;
(2) Ajaran Sesat (dari dalam) Yudaisme dan GnostikismePenganiayaan (Ibrani 6:1-3). Mereka yang seharusnya sudah menjadi pengajar, tapi iman mereka mudah digoyahkan dan mereka masih menuntut makanan bayi.

Bagaimana dengan kita ? Yang tidak ditindas dan tidak ada ajaran tersesat di gereja kita. Apa yang menjadi tekanan Iman kita? Ada 3 hal:
Sekularisme. Iman tidak menempati posisi penting dalam hidup kita. Kehidupan kita dinilai dengan benda. Rohani dipisah/dilepaskan dari pikiran dan aktivitas kehidupan harian. Religius value tidak dibicarakan atau diajarkan di sekolah, sehingga anak-anak tidak ada “ pengalaman iman”, tidak peka dengan pertolongan Tuhan dan tidak bisa merasakan berjalan bersama Tuhan. Iman hanya menjadi dekorasi rohani.
Pragmatisme. Nilai spiritualtas dikalahkan oleh nilai efektifitas. Kuantitas/ jumlah lebih penting dari kualitas. Suatu program tidak dinilai dari objektivitasnya, tapi yang penting bisa mencapai sasaran dan meningkatkan jumlah.
Separation. Keterpisahan secara fisik dan spiritualitas. Karena tuntutan pekerjaan, seseorang terpaksa hidup terpisah dari keluarga. Kalau tidak dilakukan secara bijak hal ini akan ada dampak pada keluarga.

Bagaimana kita bisa tetap memelihara dan tekun dalam iman kita?
MENELADANI PARA SAKSI IMAN (ay.1B). Mendaftarkan para saksi iman (Ibrani 11: 4-40). Keteguhan dan kesetian. Bagaikan “awan yang mengelilingi” Kita bisa belajar kedewasaan Iman dari orang-orang yang ditempatkan di dekat kita. Dalam komunitas (K2) kita saling memperhatikan dan mendoakan, bagaikan “awan yang mengelilingi” kita memberikan perlindungan dan dukungan.
MENANGGALKAN SEMUA BEBAN DAN DOSA (ay.1b).-Sebuah bahasa figurative untuk “ menggantikan pakaian yang usang atau kotor” dan mengenakan pakaian yang baru. Atlet yang berlari dengan ringan. Sikap negative juga menghambat produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menanggalkan semua beban dan dosa, karena dosa itu seperti lintah yang menghisap darah kita. Dosa akan menghambat pertumbuhan rohani kita dan membuat kita menjadi orang yang tidak produktif.
MEMANDANG KEPADA YESUS (ay.2)“Memimpin kita dalam iman” (the author/pioneer of our faith). “Membawa iman kepada kesempurnan” (Perfector of our faith). Anugerah Tuhan selalu baru tiap pagi. Saving Grace & Sustaining Grace. Tuhan yang melahirkan iman dan membawa-Nya kepada kesempurnaan. Dia akan selalu menjaga dan membimbing hidup kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan berjanji memberikan suka cita setiap hari. Dan sukacita yang dari Tuhan, itulah kekuatan kita. Amin!

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Kamu Yang memberi Makan None Mewariskan Iman »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser