Kotbah

Panggilan Untuk Ikut Menderita (2 Timothy 2:1-26)

Pr. Anthon SimangunsongPr. Anthon Simangunsong, August 12, 2018
Part of the Bulan Misi 2018 series, preached at a Sunday Morning service

Memperjuangkan Injil Tuhan memerlukan kita keluar dari comfort zone kita. Paulus tidak
mengatakan hidup sebagai orang percaya akan mudah, justru kita dipanggil untuk menderita bagi
Injil. Apakah kita siap menderita bagi Injil Tuhan? Dalam nasihatnya kepada Timotius, Paulus
menyampaikan panggilan untuk menderita bagi Injil dan menjelaskannya dalam dua analogi
dalam 2 Tim 2:3-5:
1-Sebagai Seorang Prajurit
Untuk menjadi prajurit yang tangguh, ada harga yang harus dibayar. Seorang prajurit yg
sedang berjuang tidak memusingkan hal2 penghidupannya. Ada 2 karakteristik seorang prajurit:
a. Fokus kepada Tuhan sepenuhnya
Seorang prajurit yang masih memikirkan urusan pribadi tidak akan berkenan kepada Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih menjadikan Tuhan sebagai fokus hidup kita? Apakah
jam-jam doa kita sudah berkurang? Apakah kita masih setia beribadah dan membaca Alkitab?
Prajurit hidup dengan fokus untuk menyenangkan atasannya. Kita pun harus hidup dengan
fokus kepada Tuhan kita. Sebagai komandan kita, Tuhan tahu persis tujuan dan maksud dari
perintah-Nya. Jika kita fokus, kita dapat menyelesaikan misi yang Tuhan berikan kepada kita.
Jemaat Efesus bukan orang yang mudah untuk dihadapi. Dalam ayat 14, Timotius menghadapi
persoalan yang tidak mudah, berhadapan dengan pengajar sesat. Paulus mau mengingatkan
Timotius untuk tidak distracted dengan persoalan yang ada. Panggilan untuk menderita adalah
untuk tetap fokus akan apa yang dia sampaikan.
b. Disiplin dalam berlatih
Prajurit memiliki disiplin untuk berlatih. Semakin banyak berlatih, semakin baik kualitasnya.
Disiplin rohani adalah sangat penting bagi kita anak Tuhan agar kita sanggup melawan musuh kita
yaitu iblis. Tanpa disiplin, mereka tidak akan menjadi pemenang. Sebaliknya jika kita terus
berlatih, kita akan semakin kuat.
2-Sebagai Seorang Olahragawan
Bukan hal yang baru, ada di bagian Alkitab yang lain, misalnya 1 Kor 9:24-25. Sebagai
olahragawan, setiap dari kita dituntut untuk berlatih dan menurut pada peraturan yang ada jika
mau menang. Demikian juga, kita perlu taat pada satu arah yaitu firman Tuhan. Kita perlu fokus
pada tujuan akhir kita. Secara tegas Paulus mengatakan bahwa sebuah mahkota juara hanyalah
bisa diperoleh apabila kita bertanding sesuai dengan peraturan-peraturan.
Ada banyak saksi dan ajakan meninggalkan beban dosa (Ibr 12:1). Adakah sesuatu yang
penting bagi kita untuk meninggalkannya? Adakah yang membuat kita menghalalkan segala cara?
Skill hidup yang bisa kita pelajari
Di dalam 2 Tim 2:23 kita melihat bagaimana seorang percaya harusnya hidup. Di dalam 2 Tim
2:14-26, ada mengenai menjadi pengajar yang setia. Dalam menjalani kehidupan sebagai orang
percaya, kita perlu terus menjaga hidup sesuai dengan firman Tuhan. Nasihat dari Paulus adalah
untuk bijak dalam perkataan, tidak malu memberitakan kebenaran, tidak mempertengkarkan hal
yang tidak layak, melayani dengan lemah lembut, menjaga kesucian, menjauhi nafsu, dan
mengejar keadilan, kasih, dan kedamaian.
Penderitaan adalah sesuatu yang kita akan hindari secara manusiawi. Akan tetapi Paulus dalam
nasihatnya ini mendorong Timotius untuk menjadi kuat dan ikut menderita dalam pelayanan
pekabaran Injil. Bukan hal yang mudah untuk hidup sebagai seorang pekerja Kristus. Paulus ingin
mengingatkan di dalam penderitaan dan kesulitan yang dihadapi, anugerah Tuhan cukup.
Mari kita ingat bahwa Tuhan adalah Tuhan yang memelihara hidup kita. Hiduplah sebagai
seorang prajurit dan olahragawan. Jangan lupa bahwa kita mendapatkan kasih karunia. Mari fokus pada Tuhan dan menjaga disiplin rohani kita. (Pr. Anthon Simangunsong)

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Mewariskan Iman None Iman yang Bertumbuh Dalam Dunia yang Sukar »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser