Kotbah

Memerangi Diri Sendiri (2 Timothy 4:1-8)

GI Dr. Denny Boy Saragih, August 26, 2018
Part of the Bulan Misi 2018 series, preached at a Sunday Morning service

Kerap dikatakan bahwa musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri. Dalam membagikan berita Injil, hal apa yang harus kita perangi?

1. Perangi pikiran bahwa ini hanya tugas pendeta . Sadari dan ingat, bahwa kita semua dipanggil untuk memberitakan Firman Tuhan. Paulus menyampaikan ini dengan serius (ayat 1), bahwa kita semua harus memberitakan Firman (ayat 2a) sebagai seorang Duta Injil. Pemberita Injil adalah jabatan dan karunia sebagian orang Kristen. Tetapi, Duta Injil adalah eksistensi semua orang Kristen.
Seperti pesan di poster Tahun Bersaksi GPBB: “Kamu mungkin satu-satunya Yesus yang orang lihat”, ada kemungkinan hidup kita adalah satu-satunya kesaksian Firman yang dibaca orang non-Kristen. Kita perlu lebih menghayati salah satu revolusi yang dicetuskan Luther: “Priesthood of All Believers” (keimamatan semua orang kudus).

2. Perangi sikap yang selalu memandang bahwa ini bukan waktu yang baik . Kita dipanggil untuk siap sedia apakah baik atau tidak baik waktunya (ayat 2b). Kesempatan itu selalu ada. Namun, kita harus siap sedia apakah kesempatan yang ada itu kesempatan yang memudahkan atau tidak memudahkan. Ada sikap “persistence” atau “keukeuh” di sini. Bentuk kesiapan yang paling sederhana adalah bersaksi tentang pekerjaan Tuhan dalam hidup kita.
Mungkin kita berpikir bahwa sekarang bukanlah waktu yang baik, misalnya:
- kerohanian sedang kering,
- ketika emosi tidak stabil,
- ketika saya sendiri merasa masih kekurangan,
- ketika hidup penuh dengan persoalan berat,
- ketika pekerjaan dan urusan dalam kesibukan tingkat tinggi,
- ketika kehidupan keluarga menyita perhatian.
Namun, yakinilah bahwa Tuhan tidak pernah meminta kita melakukan yang kita tidak mampu. Mungkin justru dalam kondisi lemah itu kita bisa dan perlu mengabarkannya.

3. Perangi pola-pola bersaksi yang memanipulasi atau hanya mengerjakan tugas . Kita harus memberitakannya dengan mengupayakan relevansi, menggunakan intelegensi dan lahir dari hati (ayat 2c).
- Relevan: nyatakan yang salah, tegur yang tidak etis, nasehati mereka yang butuh motivasi
- Hati: penuh kesabaran, bukan dengan berdebat dan mau menang sendiri
- Intelegensi: pengajaran persuasif bukan absolut
Memberitakan Injil dan Firman Tuhan adalah menyampaikan kabar baik dan itu tergambar dari sikap dan cara kita memberitakannya. Kita harus sadari bahwa membawa kebenaran Firman Tuhan adalah membawa pertolongan terbesar di alam semesta. Oleh karena itu, bawakan dengan keramahan, bangga dan sukacita.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Iman yang Bertumbuh Dalam Dunia yang Sukar None Keluargaku adalah Gerejaku »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser