Kotbah

Keluargaku adalah Gerejaku (Leviticus 26:12-13, Deuteronomy 6:7)

Pdt. Djefrie Hidajat (STT Cipa, September 2, 2018
Part of the Bulan Keluarga 2018 series, preached at a Sunday Morning service

Keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam mendidik anak-anak. Jangan sampai anak-anak kita diasuh oleh gereja saja, atau sekolah saja, apalagi oleh media sosial. Orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik anak-anak, terutama dalam hal iman. Mengapa umat perlu takut akan Tuhan? Karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi umat-Nya. Bagi bangsa Israel hal ini terlihat dari Allah menyelamatkan mereka dari Mesir (Im 26:12-13). Orang tua lalu mengajarkannya kepada anak-anak.

Allah menggunakan keluarga sebagai unit terkecil dalam penciptaan manusia (Adam dan Hawa), dan Ia terus berkarya lewat keluarga-keluarga (Nuh, Abraham, Daud). Tuhan Yesus pun lahir dari sebuah keluarga. Dari awal penciptaan hingga klimaksnya pada Kristus, Tuhan menjunjung tinggi keluarga. Itu sebabnya Orang Yahudi memandang keluarga sebagai yang terpenting.

Pengakuan (takut) akan Tuhan harus diajarkan kepada anak-anak oleh orang tua secara berulang-ulang dalam segala keadaan (Ay 6-9). Tujuan utama orang tua mendidik anak-anak dalam iman supaya anak-anak melakukan Firman Tuhan. Tingkatan dalam mengajarkan Firman Tuhan: (1) Menghafal (2) Mengerti (3) Menceritakan dengan bahasa kita sendiri (4) Merelasikan dengan kehidupan pribadi (5) Melakukan. Pertumbuhan rohani berawal ketika kita bisa menghubungkan Firman Tuhan dengan kehidupan kita sendiri dan bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan atau ubah. Anak-anak akan melihat kepada orang tuanya sebagai teladan iman dan perilaku. Orang tua bertanggung jawab bukan saja untuk mendidik anak-anak secara rutin, tapi juga memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada untuk mendidik mereka. Jangan sampai anak-anak kita dimuridkan oleh dunia, karena orang tua tidak memainkan perannya yang seharusnya.

Ketika orang tua dan mendorong juga anak-anak melakukan segala aktifitas rohani dan kita menjadi pelaku iman, dari Sana lah pertumbuhan iman yang nyata dalam keluarga kita akan terjadi.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Memerangi Diri Sendiri None Keluargaku adalah Rumahku »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser