Kotbah

Mengembangkan Karakter Peduli Sesama (Mark 10:45, John 12:26)

Pdt. Joseph TheoPdt. Joseph Theo, October 7, 2018
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Modernisasi dan materialisme telah membentuk semangat individualis, menyebabkan kepedulian terhadap sesama dan melayani sesama menjadi tindakan yang langka.

Pada dasarnya manusia adalah mahluk komunal yang saling membutuhkan. Kata kunci adalah: Peduli. Peduli itu memunculkan orang untuk melayani. Tapi orang yang melayani belum tentu peduli. Arti PEDULI.
1. Memberi hati untuk memperhatikan, berbuat sesuatu, Orang yang peduli pasti melayani dengan konsisten dan pro-aktif. Hati adalah kunci dari kepedulian.
2. Menolong dengan memberikan hati.
3. Mengubah orientasi dari egosentris yang hanya ingat diri sendiri menjadi ingat dan kristus. (Mark 10:45)

Alkitab adalah catatan tentang kepedulian Allah kepada manusia. Yesus Kristus datang ke dunia menebus manusia yang berdosa adalah bukti kepedulian Kristus yang tertinggi dan kepedulian itu lahir dari kasih yang tertinggi.

Refleksi untuk kita, apakah bukti kepedulian tertinggi kita kepada pasangan Anda? Kepada Kasih Kristus? Kepada home church kita?

Kita seharusnya bisa memotivasi, membangkitkan dan menstimulasi kerohanian kita, jangantergantung pada stimulasi dan kejutan dari luar.

Lawan kata peduli adalah acuh, mementingkan diri sendiri, masa bodoh, individual. Kita bisa memakai berbagai cara atau alat untuk melatih dan mengembangkan kepedulian kita kepada sesama. Contoh: Mengenal nama-nama dari jemaat gereja dan saling menyapa.

Siapakah yang dimaksud dengan sesama? Mereka adalah:
1. Orang yang kita kasihi (Lukas 10:29)
2. Orang yang kita benci/ musuh kita (Lukas 6:35)
3. Orang yang tidak kita butuhkan / hina (Matius 25:40)

Sesamaku seperti apa yang banyak di sekitar kita? Yang paling banyak adalah mereka yang tidak kita butuhkan.

Thomas C. Oden dalam bukunya: Pastoral Theology, Esensi dari pelayanan, mengungkapkan bahwa sekarang gereja “ krisis Peduli dan Melayani”. Padahal ini adalah salah satu kekuatan gereja. Apakaah esensi pelayanan?
1. Mari kita mengubah orientasi diri kita dan menguji diri kita: “Apakah pelayanan saya karena saya peduli kepada sesama?Apakah pelayanan saya dilakukan dengan persisten dan konsisten atau anging-anginan?
2. Pelayanan atau persaingan?
3. Sejatinya pelayanan adalah mengajar kita untuk mengembangkan sikap kepedulian kita, membuat kita semakin rendah hati dan memiliki karakter sebagai hamba. Melayani pasti ada kepedulian, dalam kepedulian pasti akan berbuat sesuatu untuk melayani Tuhan.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Keluargaku adalah Solidaritasku None Kesepian dan Kehampaan Hidup »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser