Kotbah

SaudaraKu yang paling hina (Matthew 21:31-25:46)

Pdt. Lan Yong Xing, October 21, 2018
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Kebanyakan dari kita tumbuh dengan didikan yang mengajar bahwa untuk bisa menang, kita harus bisa mengalahkan orang lain. Namun dalam bacaan Alkitab kita minggu ini kita melihat bahwa ajaran Yesus sangatlah berbeda. Dalam khotbah di bukit, justru orang yang melayani lah yang mendapat kemuliaan. Pada saat memisahkan “kambing” dan “domba”, kedua kelompok itu pasti tidak menyangka bahwa mereka akan dipisahkan seperti itu. Yang “kambing” akan merasa heran karena mereka merasa Tuhan tidak perlu dilayani, sedangkan yang “domba” juga heran karena mereka merasa mereka tidak pernah melayani Tuhan. Yang “kambing” merasa demikian karena hati mereka tidak pernah terarah kepada orang-orang yang kesusahan. Yang “domba” merasa demikian karena di saat mereka melayani orang yang kesusahan, mereka melakukan itu sebagai hal yang natural dan alami. Kelompok “domba” ini berkenan kepada Tuhan karena mereka melakukan kehendak Tuhan sacara alami. Orang orang yang mereka tolong sangatlah berharga di mata Tuhan. Selain sesama murid Kristus, orang orang itu juga adalah orang orang yang ditolak dan dibenci.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengikuti teladan Yesus dalam segala aspek hidup kita. Tidak hanya kita dipanggil untuk memililki hati yang seperti Kristus, tapi juga pikiran yang seperti Kristus. Kita harus tahu apa yang sebenarnya berharga di mata Tuhan, meskipun itu mungkin adalah hal yang hina bagi dunia. Kita dipanggil bukan hanya untuk menjalankan program untuk menolong orang lain, tapi untuk memiliki hati yang terpanggil untuk melayani. Menjalankan program tidaklah salah, tapi kadang kita bisa lupa bahwa di saat menjalankan program, hati kita mungkin tidak ada di situ. Di saat hati kita bisa menjiwai hati Kristus, pelayanan kita bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan kepada siapa saja.

Perjalanan hidup Pdt. Lan Yong Xing tidaklah akan seperti sekarang apabila tidak ada orang orang yang membantu dan memberi berkat padanya dalam hal pendidikan dan kesehatan. Ada berbagai situasi di mana Pendeta yang sekarang melayani di GKI Duta Mas, Batam ini tidak dapat melewatinya apabila tidak mendapat bantuan dari orang orang yang sebelumnya tidak dikenal dan tidak diduga akan memberi pertolongan. Kitapun dipanggil untuk menjadi penolong dan pelayan yang seperti itu. Bukan hanya menolong orang yang miskin materi, tapi bisa juga untuk menolong orang yang berkecukupan materi tapi tidak punya teman dan dibenci banyak orang. Bisakah kita memiliki hati yang seperti Kristus untuk orang orang yang seperti ini?

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Kesepian dan Kehampaan Hidup None Mencintai Walau Harus Terluka »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser