Kotbah

Yesus Sahabat Sejati (John 15:9-17)

Pdt. Joseph TheoPdt. Joseph Theo, November 25, 2018
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Definisi sahabat (phylos) adalah seorang yang selalu mendatangkan kebenaran dan kebaikan. Dia tidak akan pernah menjerumuskan dan mencelakakan kita dan dia orang yang layak kita percaya. Seorang sahabat teguran kerasnya pun membawa kebenaran. Amsal 27:6, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”

Menurut Yohanes 15, seperti apakah sahabat sejati?

1. Orang yang dapat kita percaya. Dari mana kita tahu orang yang layak dipercaya? Menurut studi terbaru di jurnal personal and social psychology edisi 12 Juni 2018, kecenderungan orang mengantisipasi rasa bersalah atau guilt-proneness adalah faktor terkuat untuk menilai apakah seseorang dapat dipercaya atau tidak. Sifat antisipasi rasa bersalah lebih unggul dari tipe kepribadian lainnya. Guilt- proneness berbeda dengan guilty feeling atau rasa bersalah, karena guilty feeling sifatnya reparatif dari kesalahan yang telah dilakukan, sementara guilt- proneness adalah antisipasi dari rasa bersalah. Sifat ini adalah “rem” dalam kehidupan kita. Orang-orang yang memiliki guilt- proneness tinggi memiliki tanggung jawab besar di saat mereka diberi kepercayaan. Orang-orang seperti ini layak dipercaya.

2. Seorang yang sering terluka daripada sering melukai. Sahabat itu bukan siapa orang yang paling lama kita kenal, tetapi siapa yang hampir tidak pernah melukai. Dia selalu hadir untuk memberikan kedamaian. Dia rela terluka tapi dia tidak pernah melukai. Yesus ada contoh sahabat seperti ini. Kita seringkali melukai dengan lidah kita. Ayat 11-12, perintah untuk saling mengasihi, menguatkan bukan untuk saling melukai.

3. Seorang yang sering berkurban daripada mengorbankan orang lain. Yesus korban diriNya untuk kita bukan mengorbankan kita untuk diriNya. Ayat 13, tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

4. Seorang yang lebih sering mengerti daripada minta dimengerti. Ayat 15, kamu adalah sahabatku jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu.

5. Seorang yang sering membela daripada minta dibela. Yesus pernah berkata “Aku tidak melihat kamu lagi sebagai hamba, tapi sebagai sahabat”.

6. Seorang yang sering mendengar daripada minta didengar. Seorang sahabat yang sering menggunakan telinganya daripadah lidahnya. Mendengar untuk empati daripada berbicara untuk antipati. Itulah sebabnya, seorang sahabat tidak pernah menghakimi

7. Seorang yang sering pikul kesusahan orang lain daripada menyusahkan orang lain. Yesus sahabat sejati karena dia memenuhi semua 7 kriteria sahabat sejati. Maukah engkau menjadi sahabat sejati buat siapapun juga?

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Memilih Sahabat Sejati None The Brightest Way (Kelahiran Kristus Membawa Jalan Terang) »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser