Kotbah

The Perished Way (Kelahiran Yesus menyelamatkan manusia dari kebinasaan) (Matthew 7:12-14)

Pdt. Petrus Budi Setyawan, December 9, 2018
Part of the Advent 2018 series, preached at a Sunday Morning service

Dalam bacaan kita, ada dua pintu disebutkan. Salah satu pintu itu konteksnya adalah sorga dan ada dua pertanyaan penting:

  1. Seberapa penting masuk sorga? Ternyata tidak semua orang berpikir masuk sorga adalah hal penting. Mereka memilih sorga karena hanya tidak mau masuk neraka. Sikap yang benar harusnya seseorang memilih sorga karena rindu ingin menikmati kehadiran sang Pencipta. Cobalah periksa ulang motivasi kita. Bisa sangat mungkin kita akan memilih neraka jika di neraka tidak ada penghukuman sekalipun tidak ada Allah?
  2. Seberapa susah masuk sorga? Pintu yang menuju sorga itu dilukiskan sulit, sempit, dan sesak. Sedangkan jalan menuju neraka adalah lebar dan mudah dijalani. Menurut statistik, penduduk dunia yang beragama yang berdasar Tuhan Yesus adalah 30%. Tetapi yang benar-benar sungguh menerima Yesus hanya 10% dari total penduduk dunia.
    1. Kenapa begitu sulit masuk sorga? Allah memiliki tuntutan pada manusia yang diberikan dalam hukum Taurat kemudian dirangkum di golden rule ayat 12. Hal ini tidak mungkin dilakukan manusia, karena Alkitab juga mencatat semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rom 3:23). Juga Alkitab mencatat, tidak ada hasil pekerjaan kita yang membuat kita diselamatkan (Ef 2:8-9). Di sinilah Natal begitu penting karena Yesus diberikan ke dunia untuk menjadi Juruselamat.
    2. Di dalam berbagai sejarah manusia, Yesus satu satunya jalan sering ditentang orang. Baik karena alasan tidak elok sampai alasan kalau agama Kristen itu egois dan fanatik. Ada beberapa pandangan:
      1. Yesus bukan satu satunya jalan (Pluralis), agama lain juga menyelamatkan.
      2. Yesus satu satunya jalan, mengaku percaya secara pribadi tidak diperlukan (Inklusivitas), karena Yesus mati untuk semua orang.
      3. Yesus satu satunya jalan dan mengaku percaya secara pribadi diperlukan (Eksklusif). Point ke 3 ini yang kita pegang karena Yesus pun mengatakan demikian (Yoh 14:6). Inilah sebabnya jalan kehidupan itu sempit karena cuma ada satu jalan.
  3. Keselamatan itu mudah atau sukar? Tuntutan Taurat yang tidak mungkin dikerjakan manusia sudah dilakukan Yesus di kayu salib. Bagi mereka yang mendengar dan percaya kepada Yesus akan diselamatkan. Tapi bahkan hal yang mudah ini pun, tidak diterima oleh manusia. Hal ini adalah kebodohan bagi dunia. Hanya sedikit yang mendengar dan percaya pada Yesus.

Apakah saya termasuk yang 10%? Apa kita puas hanya 10% yang masuk dunia? Potensi mengabarkan berita Natal ada di pundak 10% ini. Bagi kita yang sudah diselamatkan, jalan sempit ini pun tetap relevan. Giat melakukan golden rule setelah diselamatkan adalah tanda kalau kita sudah diperbarui oleh Allah untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Mari kita syukuri Natal karena malaikat berkata kabar gembira bagi dunia karena telah lahir Yesus juruselamat di kota Daud yang menyelesaikan permasalahan dosa dunia. Natal adalah jawaban Allah bagi persoalan dunia dan Yesus adalah pintu yang sempit ini. Sudahkah kita masuki pintu ini dan beritakan Yesus pada orang lain?

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« The Brightest Way (Kelahiran Kristus Membawa Jalan Terang) None The Way of Wisdom »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser