Kotbah

Thesis: Kebenaran, Kesetiaan dan Iman (Romans 1:1-17)

Pdt. Joseph TheoPdt. Joseph Theo, January 6, 2019
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Iman Kristen bukan hanya berupa pedoman praktis mengenai apa yang kita harus lakukan, tapi juga memiliki isi yang menuntut pertanggungjawaban kita. Seringkali kita tidak dapat mendeskripsikan iman kita karena kita miskin pengalaman dan miskin pengetahuan teologi. Surat Roma merupakan hasil pengalaman empirik rasul Paulus yang mendalam dan analitis.

Manfaat kitab Roma:
1. Membawa manusia kepada keselamatan. Manusia sudah berdosa dan berada dibawah hukuman kekal dan karena Allah adalah kudus dan adil maka Ia harus menghukum semua manusia yang berdosa.
2. Mengajarkan bahwa jalan keselamatan sudah disediakan melalui kematiaan Yesus Kristus di kayu salib, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya pasti diselamatkan.
3. Membangun dasar iman Kristen yang kuat dan solid. Penderitaan di dunia jangan menghapuskan pengharapan. Kita dipilih, ditentukan, dipanggil, dibenarkan dan dimuliakan.
4. Menjadikan orang Kristen yang kuat. Keselamatan adalah satu kali dan selama-lamanya, tidak dapat hilang. Tidak ada satu kuasapun yang dapat memisahkan kita dengan Tuhan.

Pelajaran dari Roma 1:

1. 1:1-7 Doktrin Kristologi - ada 3 pandangan:
(a) Kristus menurut iman (penekanan iman): Hanya melihat keilahian Yesus dan mengabaikan kemanusian Yesus. Pandangan ini dipengaruhi oleh konsep bahwa hal-hal materi adalah jahat dan hal-hal spiritual lebih tinggi dan tidak bersatu dengan materi.
(b) Kristus di dalam sejarah (penekanan rasio): Yesus adalah manusia, apakah Ia Allah atau tidak, yang penting Ia manusia yang sangat luar biasa melebihi manusia pada umumnya.
(c) Kristus sebagai hypostatic union, sungguh-sungguh Allah dan manusia pada saat yang sama. Konsep paradoks, menggabungkan iman dan rasio untuk memahami natur Kristus. Iman kepada Kristus tidak meniadakan rasio, demikian juga sebaliknya.

2. 1:5 Keselamatan hanya karena kasih karunia Allah (sola gracia). Usaha manusia tidaklah cukup untuk menyelamatkan dirinya. Allah perlu intervensi dengan datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya. Keselamatan memberikan kita hati yang baru, yang memungkinkan kita untuk berubah, ketika kita dibenarkan Allah.

3. 1:6-7 Setiap orang percaya adalah milik Kristus dan terus dikuduskan (sanctification). Pengudusan adalah pemisahan adalah sumber kejatuhan dosa, sikap mati bagi dosa dan benci dosa, serta tidak membiarkan dosa berkuasa lagi mengatur kita.

4. 1:8 Kebenaran iman. Keyakinan pada Allah yang benar dan sejati, walau belum pernah melihat-Nya secara langsung. Iman bukan hanya percaya tetapi juga mengubah kehidupan orang yang percaya Tuhan.

5. 1:16-17 Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia. Injil keselamatan dalam Kristus harus didengar dan diketahui oleh semua manusia agar setiap manusia tersadar dan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, kabarkanlah Injil.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Leaving The Old Way; Starting the New Way None Murka Allah Atas Pemberontakan, Penyembahan Berhala dan Penyimpangan Manusia »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser