Kotbah

Murka Allah Atas Pemberontakan, Penyembahan Berhala dan Penyimpangan Manusia (Romans 1:18-32)

GI Yudi Jatmiko, January 13, 2019
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Dalam bahasa Yunani, dua kata yang berarti murka yaitu Thumos dan Orge. Thumos adalah murka yang meluap seperti air panas mendidih, siap untuk menghancurkan. Tetapi murka Allah di sini bukanlah sebuah gambaran Allah seperti monster. Murka Allah di sini adalah Orge yang berarti sebuah utmost displeasure. Sebuah murka yang terkendali untuk menunjukkan ketidaksukaan yang terdalam dari diri Allah terhadap dosa. Di balik wajah yang murka, ada hati yang menangis. Ada 3 hal yang menyebabkan Allah murka:

1. Pemberontakan Manusia (ayat 18-20): Suppression of truth (menindas kebenaran)
Ayat 19 dan 20 mengatakan bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya. Ada wahyu umum dan wahyu khusus. The book of nature (wahyu umum) melalui alam semesta ciptaan Allah telah menunjukkan kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya. Mazmur 19:2-7 mengatakan hal ini dengan-jelas. Dan bukan hanya itu, jika kita melanjutkan membaca ayat 8-11, maka kita akan bertemu dengan wahyu khusus Allah (the book of scripture). Hal ini mencapai puncak-Nya di dalam diri Yesus Kristus, Firman yang hidup.
Ketika kita bangun pagi, apa yang biasa kita lihat dan lakukan? Yang menjadi masalah adalah banyak orang tidak bisa melihat bahwa dunia ini ada pembuatnya karena mereka menindas kebenaran. Banyak juga dari kita yang percaya bahwa Tuhan yang menciptakan semua. Tapi rutinitas kita suka membuat kita take things for granted - tidak ada Tuhan juga tidak apa-apa. Sehingga kadang kita tidak berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan. Maukah kita diam sejenak untuk tidak langsung beraktivitas tapi bersyukur kepada Tuhan?

2. Penyembahan berhala (ayat 17-23): Perversion of truth (menggantikan kebenaran Allah dengan berhala)
Ayat 21-23 mengatakan bahwa sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Kadang dosa membuat kita merasa Tuhan itu jinak, Tuhan bisa dibuat atau dibentuk seperti yang kita mau. Kadang berhala bisa mengambil bentuk sebagai berkat. Kadang Tuhan terpaksa menahan sesuatu dari hidup kita bukan karena kita jahat tapi karena supaya kita bisa kembali pada Dia. Kita perlu membawa berhala-berhala itu dan menyerahkan kembali kepada Allah.

3. Penyimpangan Manusia (ayat 24-32): Perversion of life (merusak kehidupan dalam berbagai dimensi):
Dosa merusak kehidupan manusia dalam berbagai dimensi: dimensi seksual (ayat 24-27); dimensi mental/pikiran (ayat 28-31) dan ultimat (ayat 32). Jangan-jangan Tuhan telah menyerahkan kita kepada dosa2 kita sendiri ketika kita tidak mengalami konsekuensi dosa.

Neraka dan Kasih Allah
Apa hubungan neraka dan kasih Allah? Seperti Bapa yang penuh kasih, Ia menangis melihat manusia yang dikasihi-Nya mengirim diri mereka sendiri ke dalam neraka. Ada determinasi yang begitu kuat yang tidak bisa dipecahkan sehingga mereka memilih untuk tinggal di sana asal Allah tidak mengutak-atik kehidupan mereka. Begitu kuatnya sampai Allah terpaksa menyerahkan mereka. Jika Tuhan masih menegur kita, kita patut bersyukur. Pesan firman Tuhan hari ini: Murka Allah nyata dari sorga karena pemberontakan manusia, penyembahan berhala, dan penyimpangan manusia. Tetapi, Allah menyatakan kasih-Nya di dalam Kristus bagi kita yang mengaku dosa dan berbalik kepada-Nya.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Thesis: Kebenaran, Kesetiaan dan Iman None Hukum Taurat dan Sunat »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser