Kotbah

Ketidakbenaran Manusia di Hadapan Allah (Romans 3:1-20)

Pdt. Joseph TheoPdt. Joseph Theo, February 3, 2019
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Roma 3:1-20 adalah bentuk pengajaran, teguran, kritikan atau koreksi dari rasul Paulus atas sikap perilaku bangsa Yahudi, khususnya orang Yahudi Kristen di kota Roma.

Sikap apa yang ditegur dan dikoreksi oleh Rasul Paulus:
1. Ayat 1-2: Sikap yang selalu merasa superior (the Jew’s superiority) (bnd Roma 9:4-5) Rasul Paulus memakai kata “kelebihan” bukan “kehebatan”. (ayat 1). Dalam Bahasa Yunani: Kelebihan: perissos = advantage -> kebanggaan. Sedangkan Superior: huperairomai = be exalted above measure: meninggikan diri, mengagungkan diri -> kesombongan.
2. Ayat 3-4: Sikap bahwa keselamatan dunia ditentukan oleh bangsa Yahudi. Rasul Paulus berkata dengan keras bahwa Allah akan tetap setia dan memenuhi perjanjian kesetiaanNya. Allah akan memilih bangsa lain untuk melaksanakan rencana keselamatanNya bagi dunia kalau bangsa Yahudi tidak setia dan gagal.
3. Ayat 5-8: Sikap yang selalu merasa pasti mendapat pengampuan walau terus menerus berdosa dan berlaku tidak benar. Orang Yahudi selalu yakin walau berdosa tetap pasti selamat (Yoh 8:33). Rasul Paulus memberi koreksi tajam bahwa Allah maha adil, siapa berdosa dan tidak bertobat tetap akan dihukum. Allah tidak melihat status tapi iman kita.
4. Ayat 9: Sikap yang selalu merasa memiliki kelebihan dari bangsa lain. Rasul Paulus tekankan bahwa orang Yahudi tidak memiliki kelebihan apa-apa malah justru penghakiman akan dimulai dari orang Yahudi, dan mereka akan dihakimi lebih berat karena gagal menjalankan mandat Ilahi sebagai umat pilihan Tuhan yang dipercayakan Firman Tuhan.
5. Ayat 10-19: Sikap selalu merasa benar dan tidak bisa salah. Pada ayat ini rasul Paulus menegaskan bahwa semua manusia sudah rusak total (total depravity atau moral inability) termasuk bangsa Yahudi.
6. Ayat 20: Sikap yang merasa keselamatan bisa dengan usaha sendiri. Rasul Paulus tegaskan bahwa tidak ada satu manusiapun yang bisa selamat dari murka Allah dengan perbuatan usahanya sendiri, termasuk bangsa Yahudi. Hukum Taurat diberikan untuk menyadarkan manusia bahwa keselamatan hanya melalui intervensi Tuhan ke dalam dunia dan keselamatan dibuktikan melalui perubahan hidup.

Pelajaran rohani:
1. Jangan merasa superior dan merasa kita bisa hidup tanpa Tuhan.
2. Jangan mempermainkan anugerah Tuhan
3. Allah pasti murka ketika kita tidak bertobat dan terus mempermainkan kasih Allah
4. Kita tidak memiliki keunggulan apa-apa di hadapan Tuhan
5. Jangan selalu merasa paling benar dan tidak pernah salah. Kita semua manusia yang telah rusak, bertobatlah.
6. Keselamatan hanya melalui Tuhan Yesus bukan usaha manusia. Bertobatlah sekarang.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Hukum Taurat dan Sunat None Dibenarkan Dan Diselamatkan »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser