Kotbah

Dibenarkan Dan Diselamatkan (Romans 3:21-31)

GI Yudi Jatmiko, February 10, 2019
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

1. Manusia Sudah Rusak Seluruhnya.

Dalam kotbah minggu lalu kita membahas kalau manusia rusak seluruhnya (total/radical depravity), tetapi itu tidak berarti kalau manusia benar-benar tidak bisa melakukan perbuatan baik, walaupun dalam mata Tuhan perbuatan baik itu tidak pernah memenuhi standard Tuhan dan dinyatakan mati dalam Alkitab (Efesus 2:1). Itulah sebabnya kita perlu anugrah Tuhan yang menghidupkan kita. Tapi ada kelompok yang tidak setuju hal ini.

Kelompok ini berpendapat kalau mereka bisa mencapai Tuhan / keselamatan melalui kehidupan moralitas mereka yang baik (contohnya orang Israel yang bangga dgn hukum Taurat yang diyakini akan membawa ke kehidupan yang lebih baik yg diterima Tuhan). Tetapi Alkitab berkata kalau kita dibenarkan bukan dengan melakukan hukum Taurat (ayat 21).

Hukum Taurat diberikan Tuhan di Gunung Sinai, tetapi tujuan nya: (a) Menunjukan isi hati dan kesempurnaan moralitas Tuhan. (b) Menunjukan kalau manusia tidak mampu memenuhi hukum Taurat. Itulah sebabnya tetap diperlukan korban bakaran penghapus dosa. Hukum Taurat ini seperti cermin yg tunjukan kalau manusia tidak akan mampu memenuhi hukum Taurat dan tidak mampu membenarkan diri melalui perbuatan baik (Roma 3:20).

2. Oleh Iman kita dibenarkan.

Hanya oleh iman di dalam Yesus Kristus (ayat 22). Karena semua orang sudah berdosa (ayat 23) dan tidak mampu berbuat apa-apa, maka Tuhan berinisiatif untuk selesaikan masalah dosa melalui iman dalam Yesus Kristus. Mungkin ada yang berpendapat beriman itu mudah, tetapi iman Kristen itu tidaklah sederhana karena harus ada 3 elemen iman yang benar:
a) Iman harus ada aspek pengetahuan / kognitif tentang Tuhan Yesus dan apa hubungannya dengan hidup kita. Contoh: kita tahu ada suatu kursi di ruangan.
b) Iman harus ada aspek asensus / persetujuan dalam hati kita bahwa iman yang kita pelajari itu adalah benar. Contoh: setelah dipelajari kursi tsb nampaknya kuat.
c) Iman harus ada aspek penyerahan / fidusia.Tahap ini paling dalam karena ada resiko ketika kita melepas control hidup kita. Contoh: berserah penuh duduk di kursi tersebut, dengan resiko kursi mungkin saja patah dan menyebabkan kita jatuh terluka.
Marilah kita periksa siapa/ apa yang terutama menopang hidup kita? Apakah Tuhan yg benar-benar menopang hidup kita? Siapakah yg sering kita datangi ketika sedang mengambil keputusan penting? Atau jangan-jangan bahkan kita tidak bertanya pada Tuhan sama sekali? Nah, kalau iman itu adalah means / sarana, maka apa objek iman kita tersebut?

3. Kita dibenarkan karena karya penebusan Kristus Yesus (ayat 24-26).

Inilah objek iman kita dalam Yesus Kristus. Manusia yg berdosa tidak mungkin dapat datang pada Allah/ selamatkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu Tuhan memberikan Yesus Kristus yg menebus dosa kita yg olehnya, Allah menyatakan: (a) KeadilanNya melalui cawan kemurkaan yg ditimpakan ke atas Kristus. (b) KasihNya yg mengampuni manusia ciptaanNya.
Ketika Kristus mati di kayu salib, dosa kita dan murka Allah ditanggungkan di atas Kristus. Lalu Kristus menjadi jalan pendamaian (hilasterion) (ayat 25) yang meredakan kemurkaan Allah dan membenarkan kita yang menerima dan percaya kepadaNya. Dan bagi yang telah dibenarkan, Allah Bapa menerimanya seperti anakNya yang tunggal / Kristus.
Marilah kita hidup dalam dia dan makin hari mencoba makin serupa dengan Allah.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Ketidakbenaran Manusia di Hadapan Allah None Abraham Dibenarkan Karena Iman »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser