Kotbah

Abraham Dibenarkan Karena Iman (Romans 4:1-25)

GI Victor Wibowo, February 17, 2019
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Kita selalu mendengar bahwa di dalam setiap hal kita perlu memiliki Iman. Mengapa kita perlu beriman? Bagaimanakah kita bisa selalu beriman?

Dalam bacaan firman, kita melihat bahwa Abraham menjadi contoh dalam hal beriman. Karena Abraham percaya pada Tuhan, Tuhan memandang Abraham benar. Pada saat itu, Abraham berumur sekitar 70 sampai 80 tahun saat dia dijanjikan anak. Dalam pandangan manusia, janji Tuhan itu adalah sesuatu yang mustahil, tapi Abraham percaya. Mengapa Abraham percaya, tidak dijelaskan pada kita. Yang kita tahu adalah Abraham tidap pernah meragukan Tuhan dan Tuhan menepati janjiNya di zaman raja Salomo.

Kadang kita menuntut agar janji Tuhan ditempati sesuai waktu kita. Dari Abraham kita belajar bahwa itu tidak harus demikian.

Dalam bacaan juga disebut tentang orang orang yang diampuni oleh Tuhan dari kesalahan mereka. Kita semua tahu bahwa tidaklah mungkin bagi manusia untuk hidup tanpa dosa sama sekali. Hidup kita sering penuh penyesalan dan rasa malu karena kita tahu kita berdosa. Ada dua macam respons terhadap hal ini. Respons yang mungkin sering kita lihat adalah menyerah dalam berusaha tidak berdosa atau tidak perduli dengan janji pengampunan yang diberikan Tuhan.

Bisakah kita menerima janji Tuhan bahwa kita juga akan diampuni dan dibenarkan? Seperti Abraham, dari sudut pandang manusia ini seperti tidak mungkin. Tapi satu-satunya jalan ialah dengan kita percaya akan janji Tuhan dan menyerahkan hidup kita pada Nya untuk dibenarkan.

Tuhan juga berjanji bahwa apabila kita mencari Kerajaan Allah, segala sesuatu yang kita butuhkan akan ditambahkan/disediakan pada kita. Kita sering khawatir karena banyak hal yang kita anggap kita butuhkan (karir, hasil ujian, uang dan materi) sering tidak sejalan dengan rencana Tuhan. Kita harus sadar tentang apa yang kita anggap penting belum tentu sama dengan apa yang Tuhan anggap penting. Di saat kita menyadari hal ini dan berusaha menyelaraskan kepentingan kita dengan Tuhan, di saat itulah Tuhan benar benar menjadi Tuhan atas hidup kita.

Di saat kita benar-benar tidak bisa melihat pekerjaan tangan Tuhan, kita perlu percaya akan hati Tuhan.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Dibenarkan Dan Diselamatkan None Perdamaian dan Rekonsiliasi »
ERROR: The IP key is no longer supported. Please use your access key, the testing key 'TEST'
Powered by Sermon Browser