Kotbah

Perdamaian dan Rekonsiliasi (Romans 5:1-11)

GI Denni Boy Saragih, Ph.D, February 24, 2019
Part of the series, preached at a Sunday Morning service

Pembenaran adalah keunikan ajaran Kristen karena tidak ada ajaran lain yang mengatakan “Justification by Faith,” Dalam ajaran Kristen, tidak ada orang yang benar, oleh karena itu perlu ada pembenaran oleh karya Kristus yang sifatnya final, sempurna, tidak ada lagi yang bisa ditambahkan.

Ada lima (5) buah dari pembenaran dalam Kristus (Harta karun) orang Kristen:

1. Damai Sejahtera (ayat 1)

Damai sejahtera dihasilkan oleh pembenaran. Dahulu kita musuh, sekarang menjadi sahabat, diperhitungkan sebagai orang benar. Di akhir zaman, bukan kita yang dilihat tapi Kristus yang sudah menebus kita. Pembenaran berdimensi 3: Pengampunan dosa di masa lalu, saat ini, dan juga di masa depan (permanen).

Damai sejahtera ini menjadi benih untuk berdamai dengan diri sendiri dan sesama. Bukan berarti tidak ada lagi sakit dan luka, tapi kita tidak lagi kecewa, menolak, memberontak, melainkan bersemangat membawa perubahan dan perbaikan.

2. Kasih Karunia (ayat 2)

Kasih Karunia digambarkan sebagai suatu ruang, keadaan yang berkelanjutan, di mana orang Kristen tinggal dan selalu di dalam atmosfir kasih karunia, bukan sesuatu hal yang kita terima. Oleh karena itu, kita dipanggil menjadi simbol kasih karunia dimanapun kita berada.

3. Tujuan Hidup (ayat 3-6)

Mengapa menjadi tujuan hidup? Karena ada proses pertumbuhan walaupun di dalam kesengsaraan. Kesengsaraan -> tahan uji -> pengharapan -> tidak mengecewakan, karena Roh Kudus sebagai jaminan.

Tujuan kita adalah menjadi serupa dengan Kristus, bukan kekayaan, sukses, maupun kebahagiaan. Pergumulan yang kita alami adalah suatu proses untuk menjadi serupa dengan Kristus. Hiduplah dalam Iman proleptis: kamu adalah Yesus Kristus, agar kasih itu bisa terpancar.

4. Keselamatan (ayat 7-9)

Keselamatan di sini memiliki arti eskatologis: akan diselamatkan dari murkaNya. Sekarang sebagai musuh saja diselamatkan apalagi sebagai sahabat. Murka sejatinya adalah keadilan ilahi yang meminta pertanggungjawaban kita. Hiduplah sebagai orang yang setia dalam menjalankan kasih karunia Tuhan.

5. Kehidupan (ayat 10-11)

Akan diselamatkan oleh hidupNya - merujuk kepada kebangkitanNya. Wujud nyata dari perdamaian dengan Allah adalah kita akan dibangkitkan dari kematian. Hiduplah sebagai orang yang berkarya dalam kehidupan masing-masing.

Tags:

Earlier: Same day: Later:
« Abraham Dibenarkan Karena Iman None Adam & Kristus »

Romans 5:1-11

1Therefore being justified by faith, we have peace with God through our Lord Jesus Christ: 2By whom also we have access by faith into this grace wherein we stand, and rejoice in hope of the glory of God. 3And not only so, but we glory in tribulations also: knowing that tribulation worketh patience; 4And patience, experience; and experience, hope: 5And hope maketh not ashamed; because the love of God is shed abroad in our hearts by the Holy Ghost which is given unto us. 6For when we were yet without strength, in due time Christ died for the ungodly. 7For scarcely for a righteous man will one die: yet peradventure for a good man some would even dare to die. 8But God commendeth his love toward us, in that, while we were yet sinners, Christ died for us. 9Much more then, being now justified by his blood, we shall be saved from wrath through him. 10For if, when we were enemies, we were reconciled to God by the death of his Son, much more, being reconciled, we shall be saved by his life. 11And not only so, but we also joy in God through our Lord Jesus Christ, by whom we have now received the atonement. (KJV)

Powered by Sermon Browser