Profil GPBB

Gereja Presbyterian Bukit Batok (GPBB) adalah salah satu gereja berbahasa Indonesia di Singapura. GPBB lahir sebagai gereja cabang dari Gereja Presbyterian Orchard (GPO) yang berlokasi di 3 Orchard Road. Gereja induk ini dimulai sebagai persekutuan sekelompok orang Indonesia dari berbagai denominasi, mayoritas para pelaut, di tahun 1972. Persekutuan ini kemudian berkembang dan mengadakan ibadah secara regular di 3 Orchard Road sejak 1976 dan menamakan diri mereka Persekutuan Oikumene Berbahasa Indonesia (POBI), yang history1kemudian diganti menjadi Persekutuan Umat Kristen Berbahasa Indonesia (PUKBI) di tahun 1977.

Pada tanggal 14 Mei 1995 PUKBI menjadi Jemaat Berbahasa Indonesia dari Orchard Road Presbyterian Church (ORPC) yang setara dengan jemaat berbahasa Inggris dan Mandarin dalam lingkungan ORPC, dan sejak itu memakai nama GPO.

Gereja cabang Bukit Batok bertitik awal dengan dimenangkannya tender sebidang tanah, di daerah Bukit Batok, oleh ORPC pada bulan Desember 1991.

Pengumpulan dana untuk mendukung pembangunan gereja di Bukit Batok mulai dilakukan, antara lain melalui family walkathon. Pembangunan gedung gereja selesai pada pertengahan tahun 1995.

Gereja Presbyterian Bukit Batok (GPBB)sebagai jemaat berbahasa Indonesia dari Bukit Batok Presbyterian Church (BBPC) lahir dengan dilakukannya kebaktian pertama pada 20 Agustus 1995 yang dihadiri oleh sekitar 75 orang, sebagian besar dari GPO.

GPBB mengawali perjalanannya denganhistory2 perkenalan dan bina relasi dengan gereja-gereja berbahasa Indonesia yang ada di Singapura melalui KKR pada tanggal 6 September 1995 di GPBB yang dihadiri oleh sekitar 400 orang. Selama tahun 1995, kebaktian tiap hari Minggu dihadiri rata-rata 40 jemaat, dan berkembang hingga 60 orang sampai pertengahan tahun 1998. Sekolah Minggu belum dimulai, karena belum adanya anak-anak SM, sedangkan remaja dimulai hanya dengan 4 orang anak remaja.

Pada pertengahan tahun 1998, pengunjung kebaktian meningkat secara tajam dengan mulai datangnya pelajar-pelajar dari Indonesia yang menuntut ilmu di National University of Singapore dan Nanyang Technological University. Pengunjung kebaktian tiap hari Minggu terus meningkat mencapai rata-rata 160 orang ditahun 2000.

Pertumbuhan jemaat terus terjadi, hingga Chapel yang berkapasitas 150 orang tidak lagi bisa menampung, maka mulailah dilakukan dua kali kebaktian sejak tahun 2001. Sejalan dengan berkembangnya GPBB dari segi kuantitas, di tahun 2001 mulailah dilakukan pembenahan administrasi, organisasi, dan semua program yang terarah dengan fokus utama menjadikan GPBB sebagai “My Home Church” untuk semua jemaat yang berbakti di GPBB.

Perkehistory3mbangan GPBB diiringi dengan terbentuknya beberapa komisi, sejalan dengan kebutuhan berbagai segment jemaat. Komisi keluarga Muda adalah komisi termuda yang terbentuk di tahun 2003, setelah berjalan beberapa lama sebagai persekutuan.

Penyertaan dan pimpinan Tuhan tidak pernah meninggalkan GPBB, dan paling dirasakan selama lebih dari dua tahun (2004 – pertengahan 2006) GPBB berjalan dalam kekosongan akan seorang gembala jemaat.

Pertumbuhan jemaat terus berjalan dari tahun ke tahun dan kesesakan chapel mulai terjadi lagi sejak tahun 2005, seiring dengan kekurangan ruang sekolah minggu untuk ketiga konggregasi (Inggris, Mandarin dan Indonesia). Renovasi dan perluasan untuk penambahan 6 kelas SM dan sebuah ruangan berkapasitas 250 orang di lantai 4 dilakukan dan selesai di awal tahun 2008. GPBB memulai ibadah di ruang baru berkapasitas 250 orang ini sejak Juni 2008, namun pemikiran serta rencana pemugaran ruang ibadah untuk jemaat Indonesia ini masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan jemaat GPBB kedepan.

Seiring dengan pertumbuhan dan kebutuhan jemaat baik itu dari jemaat chapel_IMG_1685-XLberbahasa Indonesia maupun jemaat berbahasa Inggris maka Majelis dari kedua jemaat memaL4_IMG_2263_sml-XLndang sudah saatnya jika GPBB menjadi jemaat yang dewasa. Pada tanggal 1 Juli 2013 secara operasional GPBB menjadi gereja yang mandiri dan pada tanggal 21 Juli 2013 diresmikan menjadi menjadi salah satu anggota dari Presbyterian Inggris dari Gereja Presbyterian and Sinode Gereja Presbyterian di Singapura.