Posted by Ingrid Tanudjaya

“Seperti Bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang

kepada orang-orang yang takut akan Dia.”

Bagi seorang yang sudah dewasa, yang sedang jauh dari orangtua, akan sering merasa kangen dengan ibunya. Bagaimana dengan ayah ?
Mungkin karena ibu lebih sering nelpon untuk menanyakan keadaan mu…,
Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelponmu ?

Saat kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu bertanya pada ibu, apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak: “Sudah dibilang, jangan minum es!”.
Tapi tahukah kamu bahwa ayah kuatir?
Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata: “Tidak boleh!”  Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?
Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun melonggarkan peraturannya.
Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.  Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat kuatir.


Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus melepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?  Dan ayah sangat ingin menangis.
Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi, tanpa menolak, ayah memenuhinya.  Ayah sangat menyayangimu, tetapi seorang ayah sulit mengungkapkan dalam perbuatan dan perkataan seperti ibu.

Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah .
ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin…

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas,
Ayahpun tersenyum bahagia. Apa kamu tahu, bahwa ayah pergi ke belakang dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Semoga putra/i kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya.


Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kamu.   Selamat hari Ayah sedunia

(https://www.facebook.com/notes/beni-alfian-chaniago/selamat-hari-ayah-penting-renungan-yg-membuka-pola-pikir/612280138832947/)