Dikuatkan dan Dipakai Allah
by GPBB · Published · Updated
Image by Jeff Jacobs from Pixabay
Hakim-Hakim 16:28 - Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."
Simson ditangkap oleh orang Filistin ketika dia membuka rahasia kekuatannya sehingga anugerah kekuatan supranatural yang dia miliki lenyap. Menjelang detik-detik terakhir dia hidup, dia berseru kepada Tuhan supaya Tuhan mengingat dia dan menguatkan dia sekali lagi. Alkitab mencatat bahwa Simson merubuhkan dua tiang penyangga rumah sehingga raja-raja Filistin yang sedang berkumpul dalam perayaan dirumah tersebut bersama dengan banyak sekali orang tewas dibawah puing-puing rumah yang hancur tersebut. Sebuah akhir hidup yang tragis namun menggenapkan nubuatan dimulainya penyelamatan bagi orang Israel yang ditindas oleh orang Filistin saat itu (Hak 13:5).
Menariknya, alasan Simson untuk merubuhkan rumah tersebut bukanlah untuk keselamatan orang Israel. Simson meminta kekuatan dari Tuhan untuk membalas dendam kepada orang Filistin yang membuat dia buta. Dengan banyaknya pemimpin orang Filistin yang tewas hari itu, tentunya wajar apabila akan ada kegoncangan di dalam pemerintahan Filistin dan ada masa dimana orang Israel menemukan kedamaian. Namun, Alkitab tidak mencatat bahwa ada kedamaian setelah Simson menjadi hakim selama 20 tahun (Hak 16:31), seakan mengindikasikan bahwa penindasan dari orang Filistin berlanjut setelah masa hidup Simson. Keadaan ini mungkin terus berlanjut sampai masa pemerintahan raja Daud sekalipun ada kemenangan-kemenangan yang dialami bangsa Israel dalam masa Samuel dan raja Saul.
Kisah Simson menunjukkan kepada kita bagaimana seorang, yang sudah melupakan Tuhan dan hanya datang kepada Tuhan untuk memenuhi keinginan hatinya, tidak dapat menghentikan Tuhan yang terus bekerja untuk menggenapkan karyaNya. Simson mungkin sudah tidak mengingat kembali nubuatan panggilan baginya yang diberikan oleh malaikat Tuhan kepada ibunya. Alangkah indahnya apabila kita belajar sebagai anak-anak Tuhan yang dengan sengaja tidak mencari keinginan hati pribadi seperti Simson melainkan mengejar kehendak hati Tuhan, sehingga baik dalam kelemahan atau kekuatan, kita senantiasa sedang berkarya dalam misi Allah buat kita. Mungkin seperti Paulus kita juga dapat berkata bahwa anugerah Allah selalu cukup bahkan dalam kelemahan (2 Kor 12:9). Soli Deo Gloria. (VL)

