Knock… Knock…
by GPBB ·
Wahyu 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Sejak teknologi push notification dipakai dalam ponsel, setiap pengguna didorong secara halus untuk berhenti dari apa saja yang dikerjakan untuk memperhatikan sejenak ada update apa yang perlu perhatian. Teknologi yang pada awalnya menolong pengguna supaya hanya mengecek ponselnya apabila ada hal-hal tertentu yang perlu perhatian melalui teknologi push notification, pada hari ini menjadi salah satu sumber gangguan yang mengalihkan perhatian dari hal-hal yang benar-benar penting. Banyak aplikasi, termasuk games, yang memberdayakan teknologi tersebut untuk berlomba-lomba merebut perhatian dari pengguna ponsel. Akibatnya, perhatian dari pengguna ponsel terbagi-bagi dan banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk membersihkan daftar push notification yang terus menerus datang bertubi-tubi. Tidak jarang, baik disadari ataupun tidak, hal ini membawa kelelahan yang sangat membebani bagi mental seseorang seakan-akan terperangkap dengan banyaknya push notification yang muncul.
Firman Tuhan hari ini menunjukkan gambaran Tuhan Yesus yang menunggu di muka pintu dan mengetuk pintu hati kita. Saat mungkin banyak dari kita yang terbiasa dengan rajin meresponi setiap push notification yang muncul dalam ponsel kita, kita juga perlu bertanya seberapa rajin kita menanggapi ketukan Tuhan Yesus yang rindu untuk menikmati waktu bersama dengan kita. Ketukan Tuhan Yesus mungkin tidak sesering ataupun sekeras push notification yang kita terima, namun Dia senantiasa menunggu umatNya untuk menikmati hidup di bawah kekuasaanNya. Ketukan tersebut menuntut sebuah respon pertobatan yang secara sengaja diusahakan dengan hati yang berkata kepadaNya, “Tuhan, saya mau membuat hati saya untuk hidup bersamaMu.” Sebuah respon yang sederhana, namun akan mengubah cara hidup setiap dari kita yang memberikan respon tersebut. Biarlah kita bersedia untuk membuka pintu hati kita dan mempersilakan Tuhan Yesus masuk dalam hidup kita. (VL)
Photo by 三 点sky: at pexel

