Menanti Allah yang Bertindak
by GPBB ·
Teks-teks Natal dalam Alkitab bukanlah dongeng atau cerita moral belaka, melainkan catatan tentang karya Allah yang nyata. Kisah Yusuf dan Maria, para gembala, maupun para majus bukan dimaksudkan sebagai teladan moral utama, tetapi sebagai pengumuman tentang kabar baik: Allah sendiri datang untuk menyelamatkan manusia.
Kisah Yusuf dan Maria dalam Matius 1 memperlihatkan bagaimana karya Allah sering hadir melalui hal-hal yang tidak kita duga. Bagi Yusuf, keadaan ini sangat mengguncang. Dalam budaya Yahudi, kehamilan di luar waktu yang seharusnya bukan hanya aib, tetapi dapat membawa konsekuensi sosial dan hukum. Yusuf merasa serba salah dan bingung. Namun di tengah kebingungan, Tuhan hadir melalui malaikat Allah, hendak meneguhkan Yusuf bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah. Pada akhirnya Yusuf memilih untuk taat. Bukan karena semuanya jelas, tetapi karena ia percaya kepada Allah yang memegang kendali. Ketaatan seperti ini sering kali menjadi bagian dari perjalanan iman – langkah yang dilakukan dalam kepercayaan meski situasinya tidak ideal.
Adven mengundang kita melihat bahwa pengharapan sejati sering muncul bukan dari situasi yang ideal, tetapi dari karya Allah yang hadir bahkan melalui kejutan dan perubahan yang tak terduga. Natal bukan sekadar cerita inspiratif, tetapi pengumuman bahwa Allah hadir, bekerja, dan dekat dengan Manusia.
Di awal masa Adven ini, marilah kita membuka hati untuk menyambut setiap karya Allah, termasuk yang datang secara tak terduga, sambil menanti Dia dengan iman dan pengharapan baru. Mari kita membuka hati, bertanya: Apakah mungkin Tuhan sedang berkarya melalui hal yang tidak saya duga? Imanuel – Allah beserta kita.
(CP)

