Masih Relevan?
by GPBB ·
Galatia 6:14
6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
Di era modern yang serba canggih dan serba cepat, manusia menjadi semakin berpusat pada diri sendiri. Konsumerisme meningkat seiring tren yang dipengaruhi media sosial. Orang berlomba-lomba mengejar popularitas secara cepat dan instan dengan berusaha menjadi viral. Sumber kebahagiaan dan fokus hidup pun telah bergeser.
Secara pribadi, saya kadang juga bertanya-tanya bagaimana menerapkan ayat Firman Tuhan seperti Galatia 6:14 dalam kehidupan saat ini. Apakah ayat ini masih relevan? Ternyata, jawabannya adalah ya, dan ayat ini masih sangat relevan.
Justru di tengah kehidupan dunia modern saat ini, ketika sumber kebahagiaan dan fokus hidup telah bergeser, banyak orang hanya berfokus pada hal-hal yang bersifat lahiriah. Bagaimana penampilan, status sosial, kekayaan materi, popularitas, jabatan, bahkan peringkat atau hasil yang diraih dalam studi. Berusaha meraih jabatan, kekayaan materi, atau popularitas bukanlah hal yang salah atau terlarang. Namun, apabila semua ini telah menjadi fokus utama dan satu-satunya tujuan dalam hidup kita, di sanalah si jahat mulai menggeser dan menjauhkan kita dari hubungan kita dengan Tuhan.
Salah satu penerapan nyata yang dapat saya lakukan saat menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, atau Threads adalah menjadikan pertanyaan ini sebagai sarana cek dan ricek: apakah saya sedang mencari validasi diri dari jumlah likes, followers, atau citra sempurna di media sosial? Ataukah semua ini hanyalah sarana atau alat, sementara nilai diri saya sejatinya hanya dapat saya temukan di dalam Kristus?
Label-label eksternal seperti status, kekayaan, dan citra sempurna bukanlah segalanya. Semua itu hanyalah bungkus luar; yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di pikiran dan hati kita. Transformasi pikiran dan hati dari yang berpusat pada diri sendiri menjadi berpusat pada Kristus dan salib-Nya inilah yang terutama menjadi dasar.
Dengan memusatkan hati dan pikiran kepada Kristus, kita dimampukan untuk tidak mudah terpuruk, putus asa, apalagi memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup ketika tekanan dari media sosial datang. Kiranya kuasa Kristus dan karya salib-Nya yang telah menyelamatkan kita senantiasa menjadi pegangan hidup bagi kita dan juga bagi generasi penerus di masa yang akan datang. (IY)
Photo by Thomas Vanhaecht

