Gagal Memahani Sang Raja
by GPBB ·
Yohanes 12:16 - Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka bahwa hal itu ditulis mengenai Dia, dan telah dilakukan untuk Dia.
Kita telah melewati enam minggu di masa Prapaskah, sebuah perjalanan untuk berefleksi, merenung dan bertobat. Kini kita tiba pada Pekan Suci (Holy Week). Hari ini, kita merayakan Minggu Palem, sebuah peristiwa yang penuh dengan gegap gempita, namun juga menyimpan sebuah ironi yang mendalam.
Bayangkan sebuah kota yang sangat ramai dan penuh dengan sorak-sorai. Ribuan orang mengayunkan daun palem, simbol kemenangan dan kejayaan. Mereka berteriak "Hosana!", sebuah seruan minta tolong kepada seorang raja yang mereka harapkan akan menghancurkan penjajah, memulihkan dan mengangkat martabat bangsa. Namun, di tengah keremaian dan kehebohan itu sesungguhnya ada sebuah ketidakpahaman.
Orang banyak itu bersorak karena mereka mengira Yesus adalah Mesias Politik. Memang mereka menganggap Yesus sebagai Raja, tetapi dalam arti yang salah (pembebas politik). Raja yang datang ke Yerusalem bukanlah demikian. Raja yang datang itu sedang dalam perjalanan menuju salib.
Ketidakpahaman yang lain berasal dari para murid – orang-orang terdekat Yesus juga tidak memahami mengapa Sang Raja memilih seekor keledai beban yang rendah hati, bukan kuda perang yang gagah. Mereka terjebak dalam logika dunia yang mengukur kemuliaan hanya dari kekuasaan dan kemenangan lahiriah. Para murid hanya 'dekat' secara fisik dengan Yesus, tapi 'jauh' secara pemahaman karena memakai standar dunia untuk mengukur kemuliaan Tuhan.
Memasuki Pekan Suci ini, mari kita berhenti sejenak dan merenungkan seringkali di tengah rutinitas kita, kita pun terjebak dalam ketidakpahaman yang sama. Kita datang kepada Yesus dan bersorak "Hosana" hanya saat kita ingin Dia membereskan masalah kita, menyembuhkan sakit, atau melancarkan rencana-rencana kita. Kita sering menjadikan Yesus sebagai "pelayan" bagi ambisi kita, bukan "Raja" atas seluruh hidup kita.
Yesus bukan sekadar Mesias yang datang untuk memenuhi kebutuhan sementara kita. Ia datang untuk memenuhi kebutuhan utama kita yaitu, keselamatan. Karena Ia adalah Pembebas Sejati. Mari bawa hidup kita kita di bawah kaki-Nya, datang, bersujud, dan memohon ampun atas kelalaian kita. Kiranya Sang Raja Damai memimpin kita melewati serta menghayati Pekan Suci. (CP)
Image courtesy by The Good Book Company

