Saling Mempengaruhi di dalam Bergereja
by GPBB · Published · Updated
1 Korintus 12:26-27 - 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. 27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
Saya pernah mendengar cerita seorang saudara seiman yang hidup di negara yang hari ini masih tertindas. Salah satu hal yang dia katakan adalah bagaimana mandi harus selesai dalam dua menit, bukan karena dikejar waktu tetapi karena harus menghemat air bersih yang jumlahnya terbatas di negaranya. Untuk berempati dengan keadaan tersebut buat saya yang tinggal di Singapura, dimana terdapat air bersih yang cukup berlimpah, adalah hal yang cukup sulit, sekalipun saya bisa berempati akan sulitnya keadaan hidup tersebut berdasarkan dari apa yang dia ceritakan. Setelah itu dia kembali ke negaranya dan saya melanjutkan keseharian saya di Singapura. Empati saya akan kesulitan kehidupan dia tidak terlalu mempengaruhi kehidupan saya di Singapura.
Ayat hari ini memberikan sebuah nasihat bagaimana sesama saudara seiman saling mempengaruhi ketika berbagi dukacita dan sukacita. Ada dampak yang terjadi dalam diri orang yang berempati entah secara afektif, kognitif, atau volitif. Seringkali mungkin dalam kenyataan kesibukan sehari-hari baik dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan gereja, kita sudah tidak punya lagi kapasitas untuk memberikan hati dan pikiran kita dipengaruhi sesama saudara seiman, apalagi di gereja yang jumlah jemaatnya mencapai 400 orang. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa selayaknya dalam komunitas gereja, jemaat saling mempengaruhi baik dalam kondisi sukacita ataupun dukacita. Kita bisa bersama-sama mengembangkan Firman hari ini dengan menyisihkan hati dan pikiran untuk dipengaruhi oleh sesama saudara seiman yang tergabung, misalnya dalam K2N (Kelompok Kecil) di gereja. Mungkin dengan mengijinkan hati dan pikiran kita dipengaruhi, kita bisa lebih mengerti artinya “jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita,“ di dalam komunitas GPBB, sehingga kita mengalami indahnya Firman Tuhan yang diterapkan dalam keseharian. (VL)

