by GPBB · Published · Updated
“Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mzm 8:3-4)
Refleksi minggu ini diambil dari sebuah momen yang sangat unik: ketika Victor Glover, seorang astronot dalam misi Artemis II, menyampaikan pesan spontan dari luar angkasa. Misi ini merupakan penerbangan berawak pertama NASA yang mengelilingi Bulan setelah lebih dari 50 tahun. Dalam misi ini, empat astronot menguji pesawat ruang angkasa Orion dengan lintasan mengitari Bulan, dimana mereka mencatat sejarah menjadi manusia yang menjelajah paling jauh dari Bumi. Di tengah perjalanan tersebut, saat diminta memberikan pesan Paskah, Glover menyampaikan refleksi iman dan kemanusiaan yang lahir dari pengalaman melihat Bumi dari kejauhan, sebuah perspektif yang mengingatkan kita akan keindahan ciptaan dan kesatuan umat manusia.
Berikut pesan Glover: “Saya tidak menyiapkan apa pun. Tapi saya senang Anda mengangkat hal ini. Menurut saya, momen seperti ini penting, dan ketika kami berada sangat jauh dari Bumi dan melihat kembali keindahan ciptaan, bagi saya ada satu perspektif pribadi yang sangat kuat: saya bisa melihat Bumi sebagai satu kesatuan.
Ketika saya membaca Alkitab dan menyaksikan semua hal luar biasa yang telah dilakukan bagi kita sebagai ciptaan, rasanya seperti ini -- kita memiliki tempat yang luar biasa, seperti sebuah “pesawat ruang angkasa”. Kalian berbicara dengan kami karena kami berada di pesawat ruang angkasa yang sangat jauh dari Bumi, tetapi kalian sebenarnya juga berada di “pesawat ruang angkasa” yang bernama Bumi, yang diciptakan sebagai tempat kita hidup di alam semesta ini.
Mungkin jarak kami dari kalian membuat kalian berpikir apa yang kami lakukan terlihat istimewa. Tapi itu berarti jarak kalian dari kami sama juga jauhnya! Dan saya ingin menyampaikan ini: percayalah, kalian itu istimewa. Di tengah kehampaan ini, di tengah segala kekosongan ini, di tengah luasnya alam semesta, kita memiliki sebuah oasis, tempat yang indah, di mana kita bisa hidup bersama.
Menyambut Hari Minggu Paskah dan mengingat berbagai budaya di seluruh dunia yang merayakannya, atau bahkan apakah Anda merayakannya atau tidak, apakah Anda percaya kepada Tuhan atau tidak, ini adalah kesempatan untuk mengingat di mana kita berada, siapa kita, dan bahwa kita adalah satu kesatuan dan kita harus mengarungi hidup di Bumi ini bersama-sama.” (SH)

