ROTI KEHIDUPAN
by GPBB ·
Photo by Nadya Spetnitskaya on Unsplash
Cobalah rasakan terigu, huh, engak ada rasanya. Susah menyebutkan rasanya, pokoknya kagak enak aja. Cobalah cicipi mentega, sama aja, hambar. Bagaimana kalau makan telor ayam mentah, rasanya amis. Coba cicipi baking powder, baking soda, atau emulsifier, ada yang pahit, asin dll. Tetapi sekarang, mari, kita gabungkan semuanya itu, jadikan satu dan buatlah roti. Di tangan The Baker akan menjadi sebuah bakery indah nan lezat dan sekarang Anda rasakan, Ehm, eunak tenan.
Aneh juga ya, roti yang indah dan enak terbuat dari bahan-bahan yang ketika masih sendiri-sendiri rasanya tidaklah enak. Tetapi, ketika sudah disatukan entah jadi kue atau roti, oh, bukan hanya sedap dipandang tetapi juga enak dimakan.
Kehidupan manusia juga demikian. Hidup ibarat roti, yang jika dilihat hanya sebagian-sebagian saja tidaklah enak, pahit dan cenderung tidak disukai. Hidup akan kehilangan makna dan keindahannya jika hanya dihidupi sendirian tanpa komunitas. Lihatlah hidup secara utuh. Rangkaikan satu bagian dengan bagian yang lain. Renungkan apa maksud dan rencana Tuhan, maka kita akan melihat ternyata hidup itu indah dan penuh makna. Keindahan hidup bukan karena sendiri-sendiri tetapi dalam kebersamaan.
Singapura adalah negara dengan multikulturalisme dan Toleransi. Singapura memiliki masyarakat majemuk yang terdiri dari etnis Tionghoa, Melayu, India, dan ras lainnya. Kehidupan di Singapura bercirikan kedisiplinan yang tinggi, keteraturan kelas dunia, dan perpaduan harmonis antara berbagai etnis dan budaya. Keragaman ini terlihat indah karena perpaduan dari berbagai ras, etnik dan budaya.
GPBB juga demikian, indah karena terdiri dari berbagai etnis yang menyatu sebagai satu tubuh Kristus di Bukit Batok. Singapura dan GPBB semakin indah karena semua unsur
sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati (Filipi 2:2-3). Semua bangsa kagum dengan Singapura (dan harusnya juga kagum dengan GPBB) karena warganya hidup dengan rukun seperti Mazmur 133:1, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.
Singapura telah mampu membuat Roti Kehidupan yang indah dan enak. GPBB, mari kita buat Roti Kehidupan agar GPBB juga indah dan “enak”
Selamat membuat roti kehidupan. (j.th)

