KEBETULAN
by GPBB ·
Rut 2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
Ada seorang pengkhotbah yang pernah mengajukan satu pertanyaan dengan permainan kata dalam bahasa Inggris. Dia menyatakan
“We often think many things happens as coincidences, but we never ask who make the incidences co-“
(Kita sering berpikir bahwa banyak hal terjadi karena kebetulan, tetapi kita tidak pernah bertanya siapa yang menyebabkan kebetulan-kebetulan tersebut terjadi bersama)
Sekalipun permainan kata itu tidak terlalu berkesan dalam bahasa Indonesia, tetapi apa yang disampaikan oleh pengkhotbah tersebut patut untuk direnungkan. Manusia menyebutkan sesuatu kejadian sebagai kebetulan karena hal tersebut tidak diperkirakan akan terjadi. Lebih jauh lagi ada pemahaman bahwa banyak hal terjadi secara acak, tidak teratur, dan tidak disengaja (random). Pemahaman seperti ini juga seringkali dihidupi oleh orang-orang percaya.
Ayat hari ini diambil dari kisah kehidupan Rut dimana saat dia dan Naomi kembali ke Betlehem, secara tidak sengaja Rut berada di tanah Boas yang pada akhirnya akan menjadi suaminya. Dalam perikop yang sama, secara tidak sengaja juga Boas memperhatikan Rut. Dalam hal-hal yang terjadi secara tidak sengaja, ada banyak sekali skenario alternatif yang mungkin terjadi. Namun di hadapan Tuhan yang juga tentunya dapat melihat semua skenario alternatif tersebut, hanya ada satu skenario yang akan terjadi, yakni yang seturut dengan perkenanNya karena Tuhanlah yang berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi.
Kuasa Tuhan ini seringkali menjadi pertanyaan ketika ada hal yang tidak mengenakkan di mata manusia terjadi. Sulit untuk meyakini bahwa hal yang tidak mengenakkan tersebut ada dalam perkenanan Tuhan. Kehidupan Rut menunjukkan bagaimana Tuhan memakai hal yang tidak menyenangkan menjadi hal yang baik, namun penting bagi umat Tuhan untuk tetap percaya dan terus mengikut Tuhan ketika menjalani hal-hal tersebut. Biarlah kita belajar untuk meyakini bahwa hal-hal yang kebetulan terjadi, sekalipun ada hal-hal yang tidak mengenakkan, semua ada dalam kendali Tuhan yang baik dan mengasihi kita. (VL)

