Sekali Lagi Tentang Persembahan Persepuluhan
by GPBB ·
Persembahan uang pada umumnya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan offering, sedangkan persembahan persepuluhan dengan tithe. Tetapi dalam beberapa konteks diterjemahkan dengan tribute atau dedication.
“From the soldiers who fought in the battle, set apart as tribute for the LORD one out of every five hundred, whether persons, cattle, donkeys, sheep or goats. (NIV, Numbers 31:28)
"And Moses gave the tribute, which was the contribution for the Lord, to Eleazar the priest..." (ESV, Numbers 31:41)
Pada dua ayat di atas, tribute maknanya lebih kepada pungutan, upeti, bagian yang diserahkan, atau Levy atau tax yang dipersembahkan kepada Tuhan sebagai persembahan yang wajib. Persembahan persepuluhan selain diterjemahkan dengan tithe dapat pula dipakai kata tribute atau dedication.
Tribute biasanya berarti penghormatan atau tanda hormat kepada seseorang yang dimuliakan. Sedangkan dedication lebih menekankan pada pengabdian atau penyerahan diri. Persembahan persepuluhan bisa dipakai kata tribute atau dedication sebagai penghormatan kepada TUHAN Maha Pencipta dan manusia ciptaan-Nya wajib menghormati, mengabdi dan menyerahkan diri kepada-Nya.
Bagi setiap orang Kristen, persembahan persepuluhan adalah bentuk penghormatan dan dedikasi diri kepada Tuhan, walaupun tribute dan dedication bukan terjemahan umum untuk persembahan persepuluhan (tithe).
Dalam konteks ibadah gereja, kata yang paling umum tetap offering atau tithe walaupun saya lebih senang memakai tribute atau dedication karena persembahan syukur khususnya persembahan persepuluhan adalah bentuk penghormatan, penghargaan atau pengabdian. Mengapa saya lebih senang persembahan khususnya persepuluhan dipakai kata tribute atau dedication?
Persembahan berasal dari kata kerja “sembah” yaitu suatu aktivitas yang melibatkan dua pihak yakni pihak yang merendahkan hati (menyembah) dan pihak yang dihormati atau diagungkan (disembah). Persembahan juga biasa diberikan kepada orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari kita, orang yang kita hormati atau orang yang kita kasihi.
Firman Tuhan dalam Maleakhi 3:10 berkata : “Bawalah seluruh persembahan perpuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu …”
Pernahkah kita berpikir mengapa Allah menetapkan persembahan persepuluhan menjadi satu ketentuan yang bersifat wajib. Sesungguhnya ada makna mendalam dari perintah Tuhan ini, yaitu Ia bukan sedang menuntut apalagi membebani kita anak-anak-Nya, tetapi sesungguhnya Allah sedang mengajar kita untuk selalu memberi penghormatan, penghargaan dan pengabdian kepada Tuhan. Memang penghormatan, penghargaan dan pengabdian bisa dilakukan dengan berbagai cara, tetapi biasanya –artinya tidak selalu- cara yang tersulit sekaligus agung adalah dengan mempersembahkan persembahan persepuluhan. Sebab apa? Sebab ketika penghasilan kita semakin besar, otomatis persembahan persepuluhannya semakin besar juga. Nah disinilah muncul masalahnya, hati yang tidak rela: “Kok persepuluhannya besar yah.” Semestinya kita ingat, dibanding-kan dengan berkat Tuhan maka sepersepuluh hanyalah persembahan yang kecil dan siapakah kita di hadapan Tuhan sehingga Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk menyatakan rasa hormat, syukur dan pengabdian kita kepada Allah yang maha tinggi, Allah yang kita hormati dan kita kasihi.
Saya dan keluarga sangat merasakan betapa pemeliharaan Tuhan begitu nyata di dalam kehidupan kami. Bagi kami persembahan persepuluhan yang kami berikan setiap bulan merupakan kesempatan indah yang Tuhan berikan untuk menyatakan ucapan syukur kami yang sesungguhnya. Persembahan persepuluhan yang kami berikan tidaklah sebanding dengan apa yang telah Dia lakukan bagi saya dan keluarga. Adalah suatu kewajiban yang menyenangkan bagi kami untuk selalu menyisihkan (bukan menyisakan) setiap bulan, sepersepuluh dari berkat yang Tuhan telah berikan kepada saya.
Persembahan adalah tribute atau dedication ini berarti ketika kita memberikan persembahan, kita tidak sedang berbisnis dengan TUHAN atau sedang hitung-hitungan untung rugi apalagi menuntut Dia memberikan timbal balik dari apa yang telah kita berikan. Ketika kita memberi sesungguhnya kita memberi hormat dan dedikasikan diri kita kepada TUHAN. Percaya kita tidak akan berkekurangan, sebaliknya Dia akan selalu mencukupi kebutuhan kita, asalkan kita memberikan dengan tulus hati dan sukacita.
Marilah kita semua lebih setia untuk menghormati, menghargai dan menunjukkan pengabdian kepada TUHAN dengan setia melaksanakan persembahan persepuluhan (J. Th)

