MEMILIH TUHAN
by GPBB ·
Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Ada dua orang yang pernah mencoba menyuap seorang petinggi salah satu BUMN di Indonesia supaya tender mereka untuk projek yang akan ditangani oleh BUMN yang bersangkutan diterima. Setelah usaha yang tidak menunjukkan hasil, kedua orang tersebut akhirnya dengan frustasi bertanya, “Berapa harus kami bayar Bapak?” Sang petinggi menjawab, “Berapapun yang ditawarkan, uang tersebut tidak bisa menggantikan darah Yesus yang sudah menebus saya!” Kedua orang tersebut kaget dan merasa malu karena mereka pun adalah orang-orang Kristen. Petinggi BUMN tersebut menunjukkan teladan integritas hidup orang Kristen di tengah banyaknya orang yang terbiasa hidup dengan budaya korupsi dan suap menyuap.
Ayat diatas menunjukkan komitmen Yosua dan keluarganya untuk beribadah kepada Tuhan yang artinya juga hidup mengikuti hukum Taurat yang diberikan bagi orang Israel sekalipun mereka akan hidup di antara bangsa-bangsa yang banyak dari cara hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan. Komitmen tersebut adalah deklarasi yang dinyatakan secara umum sehingga semua orang dapat melihat apakah Yosua akan menjalankan komitmen tersebut. Apabila ada kegagalan, mungkin akan ada banyak orang yang akan memberikan penghakiman akan kelemahan dan kegagalan yang Yosua tunjukkan di dalam menjalani komitmen yang dia ambil. Namun inilah kepengikutan iman yang menjadi kesaksian bagi orang lain. Kepengikutan ini adalah demonstrasi kepemimpinan spiritual yang dapat dilihat oleh anak dan cucu Yosua dimana dia membuka kepengikutannya untuk dihakimi dan diteladani.
Petinggi BUMN dalam cerita diatas menunjukkan kesaksian hidup yang dapat diteladani. Ada cerita-cerita lain yang dapat beliau ceritakan yang bukan hanya memberkati orang-orang yang mendengar bagaimana beliau mengikut Tuhan Yesus di dalam pemerintahan Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak-anak yang lahir dalam keluarganya. Biarlah kita juga terinspirasi untuk memilih hidup mengikut Tuhan sehingga dapat menjadi keteladanan hidup yang kita tinggalkan bukan hanya bagi anak-anak kita tetapi juga generasi-generasi yang selanjutnya. (VL)
Image by Mohamed Hassan from Pixabay

