Happy Belated Birthday GPBB!
by GPBB · Published · Updated
Photo by Hamid Roshaan from Unsplash
Bulan Agustus selalu menjadi bulan yang penuh perayaan bagi banyak jemaat GPBB. Kita merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, National Day Singapura, dan ulang tahun GPBB bersama para pengerjanya. Saya percaya banyak jemaat punya birthday wish untuk masa depan GPBB yang lebih baik. Tapi setelah pesta perayaan sudah selesai, bagaimanakah kita menjaga semangat untuk mengusahakan cita-cita kita? Dengan kerinduan tersebut, tulisan ini dibuat.
Pesan mimbar ibadah anniversary GPBB oleh GI Victor Wibowo memberikan tantangan bagi jemaat untuk mengikut Tuhan. Ada orang-orang yang dipanggil seperti Debora. Mereka ditantang untuk berdoa dan bekerja untuk memimpin orang percaya dalam mengikut Tuhan. Ada juga orang-orang yang dipanggil seperti Barak. Mereka ditantang untuk taat mengikut Tuhan melalui bimbingan rohani para pemimpin.
Pesan ini menarik karena menggambarkan jemaat GPBB yang majemuk dan ada dalam tahap perjalanan rohani yang berbeda-beda. Saat ini sekitar 20% jemaat GPBB ada dalam kategori anak, remaja dan mahasiswa. Mereka punya konteks dan kebutuhan yang berbeda dengan mayoritas jemaat yang lahir dan besar di Indonesia. Ditambah lagi, demografi jemaat GPBB juga telah banyak bergeser sejak pertama kali saya beribadah sebagai pelajar. Banyak dari jemaat ini telah memutuskan untuk berkeluarga dan menetap di Singapura sebagai warga negara baru.
Dalam perayaan ulang tahun kali ini, saya melihat setidaknya 2 tantangan untuk GPBB ke depan. Pertama, bagaimana kita membangun hubungan intergenerasi antara jemaat dengan latar belakang usia, bahasa dan budaya yang berbeda? Situasi jemaat GPBB yang semakin majemuk memberikan tantangan bagi para pemimpin gereja untuk memberikan ruang dan sarana kebersamaan bukan hanya untuk jemaat di kelompok masing-masing, tapi juga antara kelompok dalam komunitas besar GPBB.
Kedua, saya melihat tantangan bagi GPBB untuk mengambil peran yang lebih besar bagi komunitas Singapura di sekitar kita. Dengan kapasitas dan sumber daya besar yang Tuhan telah anugerahkan buat GPBB, baik secara intelektual, finansial, dll, saya percaya ada banyak kesempatan bagi jemaat GPBB untuk menjalankan peran sebagai garam dan terang di Singapura.
Sebagai penutup, saya teringat akan surat yang ditulis nabi Yeremia kepada para pemimpin dan orang Israel yang dibuang ke Babel (Yeremia 29). Tuhan memerintahkan mereka membangun rumah, berkeluarga, berdoa dan bekerja demi kesejahteraan kota di mana Tuhan membuang mereka. Cerita tentang Daniel, Ester dan Nehemiah memberikan contoh orang-orang dalam masa pembuangan yang sulit dan penuh tantangan iman, namun tetap menghadirkan Kerajaan Allah lewat hidup dan perbuatan mereka. Semoga ini juga bisa menjadi doa dan harapan semua jemaat. Happy belated birthday, GPBB!
(BW)

