Cerdik dan Tulus
by GPBB ·
Matius 10:16 Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Ada seorang misionaris yang melayani di daerah dimana orang Kristen ditolak dan mungkin dianiaya. Dia pernah bercerita tentang kejadian sederhana dimana sapu dan pengki yang dia letakkan di depan rumah seringkali dicuri. Namun, ketika dia membeli yang baru, dia tetap meletakkan sapu dan pengki tersebut di tempat yang sama. Alasan dia melakukan hal tersebut adalah karena penduduk yang tinggal di sekitar rumahnya miskin. Mungkin saja ada penduduk yang membutuhkan sapu dan pengki sehingga kedua barang yang dicuri itu dapat memberkati si pencuri. Toh, harga kedua barang tersebut tidak terlalu mahal.
Ketika saya mendengar cerita itu, saya berpikir bahwa ada yang salah di dalam cara pikir si misionaris tersebut. Menurut saya adalah lebih cerdik untuk meletakkan sapu dan pengki di dalam rumah dan mencegah pencurian terus terjadi. Setidaknya itulah yang saya pikir akan saya lakukan secara pribadi. Namun sebagaimana ayat perenungan hari ini, saya melihat ketulusan hati si misionaris ini di dalam kerinduannya untuk melayani dan menjangkau para penduduk yang tidak di sekitar rumahnya. Membiarkan pencurian terus terjadi adalah salah satu cara ‘cerdik’ yang misionaris ini lakukan untuk melayani dan menjangkau peduduk disekitarnya. Kita mungkin punya penilaian sendiri terhadap apa yang dilakukan misionaris tersebut, setidaknya di mata saya hal tersebut adalah bukan langkah yang cerdik. Namun apa yang dilakukan misionaris tersebut memberikan sebuah perenungan akan seseorang yang melihat kerugian sebagai langkah kecerdikan bagi Allah di dalam ketulusannya untuk hidup bagi Allah.
Tuhan Yesus menjanjikan bahwa akan ada penganiayaan bagi pengikutnya (Mat 10:17-22). Nasihat diatas diberikan supaya umat Tuhan tetap menjaga ketulusan dalam hidup menjadi saksi Allah (Mat 10:19-20) sambil belajar untuk hidup cerdik dengan lari dari penganiayaan tersebut supaya dapat bertahan untuk bersaksi bagi Allah (Mat 10:23). Jadi, marilah kita mengembangkan kecerdikan bukan semata-mata untuk kepentingan diri sendri, namun dengan hati yang tulus untuk bersaksi bagi Allah.
(VL)

